Memutuskan Pria yang Tak Pernah Hadir Untukku
"Kamu tolong sampaikan permintaan maafku ke Tante ya. Lain kali, lain kali aku temani kamu pulang kampung menjenguknya. Waktu itu aku pasti minta maaf langsung padanya."
Aku hanya menjawab pelan, "Hm", tanpa ada rasa kecewa sedikit pun di dalam hati.
Karena dalam setengah tahun terakhir, kata yang paling sering kudengar darinya hanyalah "lain kali".
Lain kali pasti tidak akan absen dari janji kami. Lain kali pasti akan ingat hari jadi tahunan kami. Bahkan saat harus bertemu orang tua pun, yang kudapat hanya satu kalimat, "Lain kali pasti ada waktu."