Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Please Let Me

Please Let Me

Pameran itu diatur oleh panitia acara yang biasa mengadakan acara semacam itu. Vanilla berusaha untuk memverifikasi pemikirannya dengan mendekati salah satu pengunjung yang antusias. "Apa ini fan meeting pertama kali penulis Han?" tanyanya. Penggemar tersebut pun menjawab, "Benar. Awalnya Aithne Han tidak pernah menunjukkan sedikitpun tentang informasi pribadinya. Namun, kali ini ia memulai untuk coba lebih terbuka demi penggemarnya."
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai never been to me
Baca
+Pustaka
Let Me

Let Me

Jangan bilang dihari esok dia tidak bisa menyembunyikan apapun dari Mario, suaminya . . . To Be Continued Terbit: -25/Mei-2k21
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai never been to me
Baca
+Pustaka
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

lagi, mencoba kembali fokus pada analisis laporannya di meja. Devan tahu wanita itu tidak akan langsung pergi begitu saja entah tujuan apa yang membawanya kemari. "Apa ada sesuatu lagi?" "Kau- kenapa tidak pernah datang ke apartemenmu lagi? Aku menunggumu" "Sibuk dan aku fokus merawat eyang di rumah" dumb! Seharusnya aku ganti kodenya, kenapa hal sekecil ini terlupakan?!
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai never been to me
Baca
+Pustaka
I LOVE ME

I LOVE ME

keluh Eve meringis memegangi kakinya sambil berusaha menyeret kabur. "Aku ... akan selalu menemukanmu, Eve. Kau tidak akan pernah bisa lari dariku. Bahkan jika kau pergi ke ujung dunia sekalipun ..." ** To be continued. "
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai never been to me
Baca
+Pustaka
You're MINE

You're MINE

Nyatanya Tuhan masih memberi ia dan putranya kesempatan untuk menemui pria bule itu, syukurlah. Kinara memperhatikan rumah megah bercat putih dengan pilar-pilar besar itu dalam diam, dengan menggandeng tangan putranya di tangan kanan. Sudah lama sekali ia tak menginjakkan kaki di sana. Terakhir kali ia berkunjung, nenek Elizabeth masihlah sehat sentosa. Ah, ia sedikit merasa tak enak hati karena tak datang ketika nenek cantik itu tutup usia.
8.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai never been to me
Baca
+Pustaka
DATE ME PLEASE!

DATE ME PLEASE!

ucapku menatap sekeliling "Di luar memang terlihat rapi. ketika kau memulai mengerjakan tugasmu Maka akan penuh dengan deadline." katanya sambil menyerahkan aku satu sticky note besar bertuliskan 'NEVER trust someone from sales Departement'. Entahlah, sepertinya dia serius.
855 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai never been to me
Baca
+Pustaka
Me and You

Me and You

Tidak memaksakan karena ia tahu di mana tempatnya kembali. “Buat aku, Ra?” tanyanya. Setelah ia membuka paper bag dan mengambil isinya. Heran saja dengan isinya. Gaun pesta? Memangnya akan ada acara apa? Sampai Rara memberikannya ini. “Nanti malem mamah sama papah ngadain acara, kamu ikut, ya,” kata Rara. Ica tidak langsung menjawab. Menatap Rara tidak enak hati dan berkata, “makasih undangannya, Ra, tapi aku gak bisa datang.”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai never been to me
Baca
+Pustaka
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

Kata mbok Darmi dengan suara takut-takut. “Alaaah, gak mungkin banget. Saya tadi ke apartementnya gak ada, terus saya nelepon ke kantor kata sekretarisnya Langit gak ke kantor hari ini, nelpon handphonenya juga gak diangkat. Jadi mau kemana lagi dia kalau gak kesini”. “Bener non. Mbok berani sumpah. Den Langit sudah lama gak ke rumah oma. Katanya lagi banyak meeting ke luar kota jadi belum sempat mampir kesini”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai never been to me
Baca
+Pustaka
Don't Leave Me

Don't Leave Me

Barry memang tidak pernah bersama kembar sendiri karena selama ini ada orang – orang terdekatnya yang menemani kembar dan ketika Amel datang dalam kehidupan mereka semakin Barry tidak perhatian dengan kembar. “Mama belum pulang?,” tanya Yuki yang berjalan ke arah Barry “papa hubungi mama karena kita lapar dan ada PR juga.” “Kita pesan makan saja dan mengenai PR kalian kerjakan sendiri.” “Memang mama ke mana?,” tanya Doni memberanikan diri “mama gak mungkin ninggalin kita tanpa kabar gak seperti papa.” “Kalian.”
1067.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai never been to me
Baca
+Pustaka
Destiny About Me

Destiny About Me

tentu Aya mengangguk. Siapa yang tidak senang, jika di ajak jalan-jalan, dulu saja. Ayana jarang sekali jalan-jalan, meskipun waktu itu orang tuanya masih ada pun, mereka jarang. Bahkan tidak pernah, menghabiskan waktu bersama. Paling yang di lakukan, hanya bermain di dalam rumah dan menghabiskan waktu hanya bertiga. "Aku senang, karena jarang sekali jalan-jalan, Mas. Baru bersamamu, aku ngerasain ini, bahkan sampai keluar negeri,"
12.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai never been to me
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status