Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Payung Merah

Payung Merah

Sementara itu, lelaki bertato berjalan ke sudut ruangan mengambil payung merah. "Katakan, darimana kau dapatkan payung ini?" "Apa urusannya denganmu?" "Jawabanmu akan menentukan nyawamu," ucap lelaki bertato. "Apa pentingnya payung itu? Kenapa kalian tertarik dimana aku mendapatkannya?" "Hahahahaha, nona, kau cukup banyak bicara." Kali ini lelaki rambut pirang yang bernama Robenzo berbicara.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai nike palembang
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN MANTU KAMPUNGAN

PEMBALASAN MANTU KAMPUNGAN

Sesaat kemudian, Harmoko datang menghampiri seperti ingin ikut terlibat dalam perbincangan mereka. “Kok sampai sejauh ini mencari barang dari Palembang, Pak? Memang bagaimana kondisi di sana?” tanya Harmoko. “Yah, rada-rada sulit juga, dan harganya lumayan tinggi. Kami sempat dengar kalau kisaran harga di daerah Sumbar ini jauh lebih rendah. Memang rada-rada tak percaya juga sih. Tapi ya, namanya pedagang, kami coba juga cari peruntungan di sini,” jelas salah satu dari mereka.
7.513.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai nike palembang
Baca
+Pustaka
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

"Macam mano? Ndak masuk akal. Di Palembang, ndak semahal itu harganyo." "Maksud kau?" "Di sana kecilin pinggang cuma lima ribu. Kecilin paha sepuluh ribu. Kecilin lengan juga sepuluh ribu." "Bohong lu. Ndak mungkin semurah itu." "Betul." "Ndak mungkin." "Betul." "Dimana ada biaya segitu?" "Di daerah Kuto Besak. Pinggir sungai Musi, " jawab BJ tandas. "Kalo ndak salah nama tempatnya itu Ampera Tailor."
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai nike palembang
Baca
+Pustaka
Posesif My Husband

Posesif My Husband

sambung Madya mengalihkan pembicaraan dan menunjuk pada penjual yang ada di teras sebuah toko suvenir," Naya dan Marren menoleh menatap pada seorang pedagang kaki lima dengan gerobak pendek tanpa atap yang berdiri di depan sebuah toko dan sisi dalam trotoar. "Oh, itu pempek-pempek Tante. Makanan khas Palembang itu memang enak sekali dan cocok saat dingin-dingin begini," papar Naya menjelaskan seraya berjalan menuju kepada pedagang itu.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai nike palembang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status