Niat Jahat Majikanku
Aku terkejut sampai tubuhku gemetar, tanpa sadar aku kembali menjepitnya, membuatnya mengerang kesakitan.
“Kenapa tegang begitu? Hampir saja tongkatku patah. Nggak perlu pedulikan dia, biarkan saja dia teriak di luar. Anggap saja sebagai musik latar kita.”
Di sela-sela waktu itulah, dia menggertakkan gigi dan langsung menerobos masuk markasku. Begitu berhasil masuk ke dalam, dia sama sekali tak memberiku waktu untuk beradaptasi, seperti menaiki kuda perang, dia langsung melancarkan serangan, bergerak dengan liar tanpa kendali.
الفصول الرائجة