BERCINTA DENGAN HANTU
Nurlela berbisik-bisik pada Ninik, menurut penilaiannya Darto tergolong tidak tampan, tapi enak dipandang, apalagi tubuhnya yang dambaan setiap wanita itu, dapat meruntuhkan iman
“Eh memang kenapa?” Ninik ganti berbisik pada sahabatnya
“Pelakor itu sekarang lagi naik daun” Nurlela kembali membisikinya, kemudian merekapun tertawa terkekeh bersama
“Nur...” suara bariton memanggil Riska,
“Nik lain kali kita sambaung yah, aku harus kerja” Nur berlari menjauh tanpa menunggu jawaban Ninik