Pernah Menyesal Menikah
Apa aku siap membuka kembali lembaran yang pernah kusobek?
“Semesta,” Mbak Mentari memanggilku lembut. “Aku tau kamu trauma, tapi lihat mereka. Kamu nggak kasihan sama Raya? Dia kelihatan begitu bahagia setiap kali ada Jagad.”
Aku menghela napas panjang, pandanganku kembali tertuju pada Jagad yang sekarang sedang membantu Raya memotong kue.
Senyum di wajah mereka berdua begitu tulus, begitu alami, seolah-olah semuanya baik-baik saja. Tapi aku tahu, kenyataan di balik senyum itu lebih rumit dari yang terlihat.