Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PELAYAN GENDUT TUAN SULTAN

PELAYAN GENDUT TUAN SULTAN

Terlahir cantik dan menarik adalah impian setiap wanita. Namun, bila pada kenyataannya tumbuh menjadi wanita berbadan subur dan tak secantik bidadari, apa itu sebuah dosa? Apa kebahagiaan hanya milik mereka yang terlahir cantik dan langsing? Viola Anastasya harus berjuang mendapatkan kebahagiaan karena ia hanya seorang pelayan gendut.
9.9486.9K viewsCompletedAdded to Library 12.2K Times as november 1828
Show Reviews (64)
Read
+Library
Rosemala
maaf ya teman2, hari ini salah posting. bab terbaru seharusnya untuk buku Ibu Susu Untuk Anak Pewaris. Karena hari ini editor masih libur, jadi baru besok isinya bisa dirubah. maaf ketidaknyamanannya
Aqeef Irsyad
Aku masih penasaran dgn sikap sultan ke viola .sbnrny dendam apa yg dia punya ke viola?si Michelle juga watak nya yg tiba2 Ada,buat Aku pusing thorr......apa pun semangat ya mbak,cerita ni seru,hati ini penuh deg-degan gitu..slm Dr Malaysia..selamat berkarya mbak.. mau sultan ama vio,tpi kayaknya???
Read All Reviews
Rahasia di Balik Cincin Besar Itu

Rahasia di Balik Cincin Besar Itu

Pada tanggal 11 November, asisten polos dan lugu tunanganku menjual berlian satu karat seharga satu sen. Dalam waktu singkat 20 menit, perusahaan merugi 400 miliar. Aku gemetar karena marah, sementara Arvino memelukku dan menenangkanku, "Jangan khawatir, serahkan hal ini padaku." Namun, malam itu, Lunaria Sasmaya mengunggah di IG Story tangkapan layar transfer sebesar 3 miliar dan menuliskan keterangan: [Hari ini aku melakukan kesalahan besar, tapi bos malah menghiburku. Dia juga berpesan supaya aku tidak marah pada harimau betina dan harus patuh ya.] Aku berkomentar di bawahnya: [Semoga langgeng.] Lunaria langsung menghapus postingan itu. Tiba-tiba Arvino Satya menerobos masuk dan menamparku dengan keras. "Dengan niat apa kamu menyukai postingan Lunaria? Dia sekarang sampai malu dan mencoba bunuh diri!" "Cuma rugi 400 miliar saja, perlu kamu desak dia sampai tak bisa hidup lagi?" Arvino berbicara dengan nada penuh pembenaran, seolah berada di pihak yang benar dan tanpa rasa takut. Namun, kemudian saat bahkan uang 40 ribu untuk makan pun tak mampu dia keluarkan, kenapa dia malah menangis?
1.5K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as november 1828
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status