Di Atas Ranjang Dokter Sonya
tanya Lidya tak yakin apakah Sonya membawa obatnya atau tidak karena terakhir kali Sonya mengalami serangan panik ini setahunya sudah berbulan-bulan yang lalu.
"Ng-nggak ... o-obat aku abis, obat aku ...." Sonya menjawab dengan suara yang bergetar hebat, napasnya tercekat dan ia kesulitan untuk mengambil napas. Rasa mual, tidak nyaman dan panik bercampur menjadi satu membuat Sonya mengerang, ia hanya bisa menangis dipelukkan sahabatnya itu.
"Sonya napas, pelan ...," saran Lidya sambil mengeratkan pelukkannya, ia dengan tenang membimbing Sonya untuk mengatur pernapasannya agar bisa meredakan perasaan cemasnya.