Om-Om Pilihan Papa
Menenteng dua kopi tersebut, aku pun menuju ke arah kamar Om Bian lalu mengetuk pintunya dengan susah payah.
"Buka dong woy! Lo ada kan di dalam?"
Tak lama, aku mendapati Om Bian keluar, tanpa mengenakan atasan. Ya! benar, tanpa mengenakan atasan.
"Apa itu?"
"Ayo kita ngopi," ujarku sembari mengalihkan pandangan dari Om Bian.
"Tumben, apa yang kamu rencanakan?"
"Enggak ada, gue cuma mau ngobrol sambil ngopi aja."