Gadis Polos Tawanan Presdir Arogan
"Papa, Papa kapan pulang? Lala kangen Papa, Lala ingin peluk Papa. Semua teman-teman Lala tidak mau berteman sama Lala, mereka bilang Lala tidak punya Papa. Teman-teman nakal. Mama juga sakit-sakitan terus, tiba-tiba pingsan. Kalau Mama sakit, Lala kesepian. Papa kenapa tidak penah bertemu sama Lala dari Lala masih kecil. Papa... Papa sebenarnya ada di mana?"
Anak itu terisak kian kuat, Aaron tidak menulis semua kata-kata yang anak itu ucapkan, dia dan Sergio lebih memilih mendengarkan.
"PAPA!" teriak Layla tiba-tiba, ia berdiri dan menubruk tubuh Aaron, menangis memeluk lehernya menyembunyikan wajahnya di pundak Aaron. "Lala kangen Papa," lirihnya menangis.
Bab Populer