Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Simpanan Tampan Wanita Mapan

Simpanan Tampan Wanita Mapan

tanya Lana, mencoba mengalihkan perhatian dari kecanggungan yang terasa di udara. "Pakai dua-duanya, Ma," jawab Aiden riang sambil mengangkat sendok kecilnya, menunggu ibunya memberikan makanannya. Setelah selesai, Lana membawa sarapan yang telah dibuatnya ke meja makan. “Selesai. Nasi goreng spesial untuk orang-orang tersayang,” kata Lana dengan penuh kasih sayang. “Terima kasih, Mama,” sahut Aiden dengan senyum manisnya.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai om om tampan
Baca
+Pustaka
Skandal Panas: Dari Musuh, Jadi Butuh

Skandal Panas: Dari Musuh, Jadi Butuh

Seolah tahu jika ia tengah diajak bicara ibunya, Omar tersenyum. Ama yang melihat itu tentu saja tersenyum gemas. “Masya Allah, anak ibu pinter banget, sih. Jadi gemes, deh!” Ia hendak mencubit pipi Omar, tetapi tangannya kembali. Akhirnya, ia mencubit pipinya sendiri. “Sayang kamu dipanggil kok malah diem aja, sih?” Orion datang ke ruang tengah sambil membawa Pampers. “Adanya ini, Sayang. Untuk sementara, Omar pakai ini dulu aja.”
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai om om tampan
Baca
+Pustaka
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

"Siapa, Bu?" "Dia tidak menyebutkan namanya, Nak," kata Ibu. "Tapi dia seorang pria muda yang sangat sopan. Rambutnya ikal dan dia memakai kemeja batik. Dia bilang dia temanmu. Dia juga menanyakan tentang lukisanmu." Darah Raina berdesir dingin. Itu pasti Bima Samudra. Ia datang ke rumah. "Apa yang Ibu bilang padanya?" Raina bertanya, suaranya sedikit bergetar.
10959 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai om om tampan
Baca
+Pustaka
CEO Tampan Itu Memaksaku Menjadi Aktris

CEO Tampan Itu Memaksaku Menjadi Aktris

Siang itu ketika mereka tidak memiliki kelas untuk dihadiri, Oryza mengajak Katarina pergi ke kantin. Oryza memesan dua menu yaitu ramen chicken katsu dan spesial tonkatsu yang merupakan menu istimewa hari itu. Dia mendatangi Katarina dan meletakkan mangkuk ramen tonkatsu di depan Katarina. “Apa ini Za?” Tanya Katarina bingung.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai om om tampan
Baca
+Pustaka
Baby Triplets Milik Om Tampan

Baby Triplets Milik Om Tampan

bujuk Shela. Anak itu cemberut menggelengkan kepalanya. "Tidak mau! Maunya sama Paman!" pekik Tiana malah marah. Dua kembarannya sudah asik sendiri, mereka bermain di dalam sana dan memutar televisi menonton kartun kesukaan mereka. Tiba-tiba saja Adam muncul dan berjalan mendekati Tiana. "Tiana, ayo main sama Om saja yuk," bujuk Adam.
10178.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai om om tampan
Baca
+Pustaka
Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

Tampan menerobos, memaksa meski dihalangi. “Oom! Itu mama! Dia udah pulang! Oom! Bangun, Om! Oom selalu nanyain Mama, kan? Oom! Bangun! Mama udah pulang, Om!” teriak Tampan mengguncang lengan pria kumuh itu. “Taaaam …pan …. annnnak … ku!” Itu kata terakhir yang terucap dari bibir hitam itu, selanjutnya diam, dia mati.
10146.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai om om tampan
Baca
+Pustaka
Si Tampan yang Posesif

Si Tampan yang Posesif

“Hahaha, apa jangan-jangan tante ini aslinya bidadari, ya? Yang selendangnya sengaja diumpetin sama Om Marcel, makanya jadi nggak bisa balik ke khayangan, deh.” Miranda tak bisa menahan tawanya mendengar ocehan gadis itu. “Kalo om kamu denger, pasti ketawa juga dia. Lagian kamu nih ada-ada aja, mana tau-tauan lagi cerita rakyat kayak gitu.” “Kan, siapa tau, tan. Habisnya kuliat-liat tante ini nyaris sempurna banget, hampir nggak ada celahnya.”
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai om om tampan
Baca
+Pustaka
Godaan si Petani Tampan

Godaan si Petani Tampan

Melihat dia sepertinya tidak mendengar percakapan kami, aku memberanikan diri berkata, "Aku lapar, boleh pinjam sedikit uang?" Aku sangat pandai memanfaatkan kecantikanku. Pemuda itu pun memberiku setengah dari uangnya tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dia melambaikan tangannya dengan murah hati dan berujar, "Aku kuat dan bisa hasilkan banyak uang. Kamu nggak perlu kembalikan uangnya lagi." Sebelum sempat berterima kasih, aku melihatnya menggaruk kepalanya dan telinganya juga memerah saat bertanya, "Bisa nggak kamu datang ke gunung belakang malam ini?"
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai om om tampan
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

”Untung Tata nggak jadi pulang sama Om. ”Om? Om mana?” Audry mengerutkan dahi. ”Om ganteng, Mom.” Tania tersenyum. “Om ganteng mana? Maksud Tata Pak Dana?” ”Ih, bukan! Pak Dana kan bapak-bapak, udah gitu nggak ada ganteng-gantengnya.” Audry ingin tertawa mendengar penuturan Tania, tapi rasa ingin tahunya lebih mendominasi.
10170.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai om om tampan
Baca
+Pustaka
Perjanjian Dua Cinta

Perjanjian Dua Cinta

Tama hendak memakan mi goreng di piringnya saat tiba-tiba saja ponselnya berdering. “Siapa?” “Oma.” Tama berdiri. “Sebentar, aku angkat dulu ya.” Kemudian mencari tempat yang lebih sepi untuk bisa mendengar suara neneknya di seberang telepon. “Halo, Oma?” “Kakakmu sudah menghubungi kamu, Tam?” “Ka –Kak Devan maksud Oma?”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai om om tampan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status