Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan
Di layar HP terlihat seorang perempuan mendesah manja tanpa henti.
“Jason, kamu hebat banget .…”
Suara napas tertahan Jason Dharma terdengar berat dan kasar melalui pengeras suara.
Aku langsung matikan HP-ku. Dalam pantulan hitam layar HP, terlihat wajahku yang basah oleh air mata.
Aku dan Jason sudah pacaran sejak kuliah sampai akhirnya kita sampai di pelaminan. Lima belas tahun lamanya kami saling cinta seperti hari pertama kita baru pacaran, jadi pasangan idola yang sering dipuji banyak orang.
Namun hanya aku yang tahu kalau hati Jason sudah lama berubah. Ia jatuh cinta pada asisten yang aku pilihkan sendiri untuknya.
Kata-kata manis yang dulu hanya untukku, kini ia bisikkan ke perempuan itu. Aku pura-pura nggak tahu.
Jason diam-diam punya seorang anak dengannya. Aku nggak nangis, juga nggak buat keributan.
Ia kira semua kebohongannya tersusun sempurna tanpa cela. Ia nggak pernah sadar kalau aku sudah lebih dulu menarik diri dan siap-siap untuk pergi.
Jadi, pada hari ulang tahunnya, hadiah yang aku berikan adalah perpisahan untuk selamanya.