Susahnya Jadi Mas Joko
Lima belas menit kemudian, barulah…,
“Nah, kita sudah sampai,” kata Ibu Joyce, bersamaan dengan tangan kirinya yang menarik handbreak mobilnya, krieeet..! Aku pun keluar dari mobil Ibu Joyce dan mengedarkan pandangan ke sekeliling.
Ini adalah komplek perumahan yang tergolong mewah untuk ukuran kota Bandar Baru. Rumah-rumahnya berderet rapih di dalam barisan blok-bloknya. Rumah dua lantai dengan model arsitektur yang minimalis namun kuyakini harganya tidak minimalis. Jika aku mengkonversi upahku dulu sebagai buruh tukang semprot, paling tidak aku butuh seratus tahun untuk bisa membeli rumah yang model begini. Dengan catatan, aku tidak punya utang dan tidak punya kredit macam-macam.
Hot Chapters