Pembantu Rasa Nyonya
Keinginannya untuk bermain air laut di pantai pilihannya, tidak bisa dialihkan.
“Mas Bram, kalau di pantai Kuta kan sudah biasa. Aku ingin ke tempat ini,” ucap Maharani dulu merajuk.
“Ran. Itu jauh dan kalau naik motor nanti kamu capek, lo.”
“Tapi aku ingin. Kamu mau anak kita nanti ileran?” ucanya memaksaku berkata iya.
Memang pantainya sungguh indah. Air yang berwarna biru bersih dengan pasir berwarna putih bersih. Karang yang menjadi sarang ikan-ikan kecil yang berkeliaran, seakan menyambut kehadiran kami.