Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)
“Kecuali kalau memang ingin bersamanya.”
“Iya iya. Jangan ngambek gitu. In sya Allah, aku akan patuh padamu,” ucap Aditya.
“PATUH?!” protes Salwa.
“Terus apa dong? Lagian apa salahnya aku patuh padamu. Tuh untuk kebaikanku.”
“Tapi kamu membuatku seperti istri berkuasa.”
Aditya tertawa. “Bukan begitu, Sayang. Menurut aku, itu lebih gentleman kalau seorang suami selalu bisa mengabulkan kemauan istrinya, selama bukan untuk sesuatu keburukan.”