HASRAT TERLARANG ADIK TIRI
Sambil membuka bungkusan itu, pikirannya kembali melayang pada Kael.
Malam hari, hujan turun lagi. Tidak deras, tapi cukup membuat udara lembap dan dingin. Talia berdiri di depan gedung sambil menatap jalanan yang mulai basah. Ia membuka tas. Di dalam ada payung kecil yang ia bawa. Ia terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis tanpa rasa senang.
Talia melangkah keluar. Ia mengeluarkan payung dari dalam tas, membuka pengaitnya, dan memastikan mekanismenya masih berfungsi dengan baik. Beberapa detik kemudian, seseorang mendekat.