LETUP
“Kalo lo ada. Kalo nggak, ya, udah.”
“Ada. Bentar.”
Lagi, Zaki bangkit berdiri. Kali ini menuju drawer mini di atas meja belajarnya. Ia membuka laci paling atas, menarik kotak obat sakit kepala dari sana lalu mengeluarkan satu papan blister yang isinya sudah tidak utuh. Lelaki itu kemudian membuka lemari bawah meja, mengambil gelas dari dalamnya untuk kemudian diisi air dari galon berpompa portable di salah satu sudut. Setelahnya, Zaki kembali ke sisi Kaila.
Hot Chapters