SELALU SALAH
aku berkata ragu.
"Ya udah ayo!"
Mas Adit melangkah menuju kasir. Membayar semua menu yang kami pesan. Setelahnya, kami langsung lanjut perjalanan.
"Dulu, aku sering lihat orang terjun payung, Mas," ucapku memecah keheningan.
"Di mana?"
"Ya di Paralayang."
"Berarti sudah pernah ke sana?"
"Belum sih, Mas. Aku lihatnya pas waktu naik bus, dulu. Sering lihat aja, dari dalam bus."
Hot Chapters