Gairah Liar Perselingkuhan
Ia mencengkeram rambutku erat-erat, jari-jarinya mencengkeram kulit kepalaku, seolah ingin menarikku lebih dalam, lebih jauh ke dalam inti dirinya.
Cairan manisnya terus memuncrat, seperti air mancur kebahagiaan yang tak ingin berhenti. Aku terus menjilati, menghisap, memberikan tekanan lembut dengan lidahku, hingga akhirnya denyutannya mereda. Napas Livia tersengal-sengal, dadanya naik turun dengan cepat. Matanya terpejam rapat, wajahnya memerah padam karena ledakan kenikmatan yang baru saja dialaminya.
"Kamu... Kai…" bisiknya dengan suara lemah, namun sarat kepuasan, bahkan kemenangan. "Kamu gila..."