Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Mantan Jadi Kakak Posesif

Ketika Mantan Jadi Kakak Posesif

"Payung ini yang terakhir." Dia membuka payung itu, dan dunia mereka tiba-tiba menyempit di bawah naungan kain biru yang basah oleh percikan air. Victor, dengan kedua tangan penuh membawa kantong belanja berat, hanya bisa berdiri dan memasang wajah sedikit tersiksa.
755 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai payung parasol
Baca
+Pustaka
Titimangsa Parasu

Titimangsa Parasu

SREEET! Pedang itu lolos dari himpitan batu hitam seperti lepas dari sarungnya. Cahaya sangat menyilaukan mata segera terpancar saat Parasu mengangkat pedang ke udara. Cahaya terang itu berasal dari batang pedang yang memantulkan sinar matahari. Kerumunan orang yang ada di sekitar goa segera memicingkan mata. Adapula yang langsung memejamkan mata.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai payung parasol
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Darah terus mengucur dari mulutnya dan seluruh tubuhnya nyaris hancur karena dihajar bertubi-tubi. "Cukup!" teriak pria tua itu tiba-tiba. Lalu, dia mengeluarkan sebuah payung besar berwarna hitam pekat. Begitu payung itu muncul, awan hitam di sekeliling langsung bergolak. Ruang di sekitarnya bergetar dan memancarkan kekuatan yang membuat siapa pun berdebar ketakutan. "Itu Payung Langit!" Ekspresi Dewi Kembang sedikit berubah.
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.7K kali sebagai payung parasol
Baca
+Pustaka
Cinta Para Cassanova

Cinta Para Cassanova

Dia terperanjat dan mulai teringat bahwa Ara mungkin tidak membawa payung, hanya penghuni apartemen yang bisa menggunakan basement untuk parkir, tanpa kartu penghuni tamu hanya bisa memarkirkan kendaraan mereka di parkiran yang berada di luar. Arka segera berlari, ia menekan tombol lift berkali-kali, butuh beberapa saat kemudian lift mulai terbuka. Sesampainya di lobi apartemen ia menatap sekeliling mencari keberadaan Ara, ia akhirnya menemukan Ara bersandar pada pilar besar berwarna putih, matanya menatap hujan yang turun dari langit senja sore ini. Gadis itu sudah meletakkan tasnya di atas kepala hendak menerobos hujan namun langkahnya terhenti oleh payung hitam yang tiba-tiba berada di at
9.824.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 662 kali sebagai payung parasol
Baca
+Pustaka
Cintaku Tak Lekang Oleh Waktu

Cintaku Tak Lekang Oleh Waktu

Arsyad mendongakkan kepalanya. Bukan hujan yang sudah mulai reda, namun ada payung yang kini tengah melindunginya dari tetesan air hujan. Memberinya perlindungan ditengah derasnya air yang turun membasahi bumi.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai payung parasol
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Dewa Pedang

Kembalinya Sang Dewa Pedang

Kemudian menyatukannya dengan gagang payung. Kini sekilas payung itu seperti payung yang biasa digunakan orang-orang dalam keseharian. Sebuah payung berwarna putih bermotif bi'an hua yang cantik dan menyala dengan warna merah darahnya. Cantik dan sedikit mengundang kengerian karena bi'an hua dari kejauhan mirip bercak-bercak darah.
9.527.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 981 kali sebagai payung parasol
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Yzuki_
hai... ceritamu bagus! mungkin kah kamu juga tertarik dengan ceritaku? mungkin sedikit berbeda dari yang lain. cerita fantasi lokal di dunia modern. tokoh utamanya anak SMA kembar cewek cowok. semoga kamu tertarik, terimakasih
Baca Semua Ulasan
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Karena di samping sinar yang keluar dari enam lubang di bagian atap, Tandu Terbang juga keluarkan sinar biru berasap tebal dari kedua kayu pengusung bagian belakang. Sinar biru itu melesat ke arah Nyai Paras Murai, akibatnya sang nenek berjumpalitan dengan kebingungan menghindari serangan yang beruntun dan bersifat mengepungnya itu. Maka dengan hentakkan kaki di tanah, Nyai Paras Murai kibaskan kipasnya dari samping kiri ke kanan, wuuusss...!
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai payung parasol
Baca
+Pustaka
PUSAKA PEDANG LANGIT

PUSAKA PEDANG LANGIT

Setelah menunggu dengan sabar di tempat perlindungan mereka, Zoe dan Azil akhirnya merasakan perbaikan pada cuaca. Hujan mulai reda, dan kabut yang tebal perlahan-lahan menghilang, memberikan mereka visibilitas yang lebih baik. "Lihat, Azil! Kabut mulai berangsur-angsur membaik. Kita bisa melihat jalan sekarang.” Zoe menunjuk ke arah langit memberitahu Azil jika cuaca sudah mulai cerah.
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 817 kali sebagai payung parasol
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

Pada awalnya menjengit marah, tetapi, pada akhirnya … sehabis mata merahnya tak sengaja menangkap payung parasol bawaannya yang baru, Pelita tersenyum lebar. “Ha! Aku punya tuh.” Dengan bangga, ia menunjukkan payung yang diberikan kepadanya sebagai kompensasi atas jebolnya payung yang—dipakai untuk menghalau tembakan panah Putri Purbamanik—dulu, kepada Tumang yang semakin memandangnya remeh. “Payung?” ulang sang komandan ksatria, terdengar mencebik.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai payung parasol
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Seorang pelayan membawa payung kertas minyak. Puspa menyerahkannya. "Permaisuri, lebih baik Anda menggunakan payung. Anda sedang mengandung, tidak boleh masuk angin." "Sebentar saja nggak akan masuk angin." Puspa memegang payung kertas minyak sambil mengikuti Anggi di sisi kiri. Dia akhirnya tidak jadi memakai payung itu, sebaliknya malah melemparkannya pada pelayan muda di samping, lalu berkata, "Hamba pegangi Anda saja, Permaisuri."
9.7962.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31.8K kali sebagai payung parasol
Tampilkan Ulasan (93)
Baca
+Pustaka
Rifda Nafisha
plisss lah thor up tiap hari banyakin yahhhh... bagus bgt critanya..seru banyak²in part luis & anggi biar yg baca giginya sampe garing cz nyengir² mulu. hehehe 2 hari ini maraton dari bab awal sampe 178 baru kelar smalem smpe koin jebol wkwkwkwk hari ini dtunggu ya upnya,, semangat thorrr & thankyou
irmayyunita20
Kalau aku di posisi Luis bakal cemburu banget sih. Bayangin aja ketika suami pergi kerja, istri malah berduaan menghabiskan waktu sama pria lain. padahal aku cewek lo, entah dianggap kakak/adik namanya beda darah ya tetep orang lain. Meskipun kasian banget sama Aska, kenapa Anggi ga mikirin Luis sih
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status