Tukang Pijat Tampan
Namun, ketenangan itu seketika pecah ketika empat mobil, yang sebagian besar berwarna hitam, datang dan memenuhi halaman kantor.
Pintu mobil depan terbuka. Pak Darmawan keluar dengan aura intimidatif, mengenakan jaket kulit hitam yang membuatnya terlihat semakin berwibawa. Di belakangnya, sekitar dua puluh anak buahnya, termasuk Rudi dan Kobra, ikut turun. Wajah-wajah mereka terlihat tak bersahabat, penuh dengan tato dan bekas luka.
"Selamat pagi... ini ada apa ramai-ramai sekali? Ada yang bisa kami bantu?" kata salah satu polisi, suaranya terdengar cemas.