KEMBALINYA SANG RATU
Dan di tempat yang jauh, di Seoul, Lintang menatap peta Buton yang ada di tangannya.
"Aku akan pulang," bisiknya.
Dalam hatinya, ia tahu: tanah itu adalah bagian dari dirinya. Dan ia tidak akan membiarkan siapa pun mengambilnya.
Suara bisikan leluhur kembali tergiang di telinganya, "Anakku, dengarkan baik-baik, jika cita-cita besar Bung Karno tidak bisa mensejahterakan rakyatku dan bangsaku, maka generasiku akan mengambilnya kembali, pulanglah Nak, negerimu menunggumu, wujdukan cita-cita Bung Karno, jangan biarkan karakter bangsamu hancur dan lupa pada identitasnya." Suara itu memenuhi pikiran Lintang.