Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SENYAWA

SENYAWA

Kesal dengan diri sendiri ia pun menepuk keningnya lagi beberapa kali. Tiba-tiba telepon di mejanya berdering, dengan segera ia angkat agar sang penelepon tak lama menunggu jawaban. “Ya, halo,” ucapnya dengan suaranya yang lembut. “Ehm, yang buat besok pagi di map hijau ada lima belas halaman. Yang buat besok siang di map merah ada sepuluh halaman. Ingat, yang map hijau di copy lima belas bundle. Jangan terbalik, ya, Meer,” ucap Varo dari seberang telepon.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as pelan
Read
+Library
Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

kata Ryuga seraya tersenyum kecil. Pria itu beringsut dari posisinya, lalu mengeluarkan sesuatu yang ia selipkan dilipatan pinggang celananya. Dari selipan celana tersebut, Ryuga mengeluarkan bungkusan kecil seukuran permen. Lalu membuka bungkusnya dan membubuhkan isinya yang berbentuk serbuk putih ke dalam mulutnya tanpa sisa. "Tunggu Ryu, Ma...."
1020.3K viewsCompletedAdded to Library 649 Times as pelan
Read
+Library
Kelana

Kelana

ujar Lana sambil menyerahkan kembali ponsel milik Rei. Rei tersenyum puas. "Okay, langsung aku chat ini..." ujarnya sembari membuka aplikasi W******p. "Kalau gitu Lana duluan ya, Mas, tadi udah pesan ojol, kayaknya udah dateng juga, tuh," pamit Lana. Rei mengangguk dan tersenyum. "Okay, Lana. Hati-hati, ya... Sampai ketemu lagi," ujarnya sambil membukakan pintu kaca untuk Lana.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as pelan
Read
+Library
Renjana

Renjana

usulku, karena cacing-cacing diperut ini sudah meronta-ronta. “Iya, tante juga sudah lapar, ayo, Dika,” kami menuju stand makanan yang letaknya persis berhadapan dengan stand patiseri, hanya ada dua kupon, jadi otomatis si ‘anak setan’ itu tidak bisa makan. Penjaga stand makanan adala ibu Risa, guru kewirausahaan yang memiliki suara sangat lembut dan sangat ramah, tanpa perlu banyak waktu, dia sudah ngobrol seru dengan tante Anna.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as pelan
Read
+Library
Pelayan Baru Sang Tuan

Pelayan Baru Sang Tuan

Seperti seorang anak kecil yang ketahuan melakukan kesalahan. “Ini bukan salahmu.” “Tapi, Tuan ....” “Sudah, tidak perlu dibahas lagi. Setelah ini, aku akan membelikanmu ponsel. Jika aku butuh sesuatu atau kamu datang ke sini, kamu bisa mengabariku dulu,” kata Danuarta. “Benarkah, Tuan?” “Ya. Setiap pelayan di rumah sudah aku belikan ponsel. Untuk mempermudah berkomunikasi.”
784 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as pelan
Read
+Library
Pelayan Pemuas Nafsu Sang Sultan

Pelayan Pemuas Nafsu Sang Sultan

Seorang pria muda dengan pakaian pelayan senior berlari masuk dengan wajah sepucat mayat. "Tuan Malik! Tuan Malik! GAWAT!!!" ………………………………
101.8K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as pelan
Read
+Library
Pemanis Aksara
ceritanya mantap Thor. oh iya izin promosi Thor. boleh mampir ke ceritaku, Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas status tamat dan cerita Kain Basahan Basah di Kamar Mandi status on going. Terima kasih.
Helminawati Pandia
Salam sejuk buat semua reader tercinta terima kasih karena telah sudi membaca cerita saya, tolong bantu up dengan sumbangan gem nya, ya. Mohon dukungannya baca cerita saya yang berikutnya juga. 1. Ketika Istriku Minta Talak 2. Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK 3. Nafkah Batin Basi
Read All Reviews
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status