Kulepas Kau Dengan Ikhlas
Ternyata Lusi sangat padai di ranjang, membuatku puas, seperti mendapat oase di padang pasir, diri ini yang sudah lama tak dapat nafkah batin dari istri, meskipun Lusi sudah tak perawan lagi saat aku menyentuhnya.
"Terima kasih, ya sayang, aku puas banget sama permainanmu." ucapku setelah selesai percintaan kami, sambil mengecup keningnya.
"Sama-sama mas, yang penting besok mas harus turuti apa mauku ya." dengan manja Lusi memintaku menuruti maunya.
"Tenang aja, sayang apapun itu, pasti mas turuti, tapi satu kali lagi ya." ucapku dan mulai mencium bibir mungil itu, dan ronde kedua pun terjadi.
Hot Chapters