Menikahi Musuh Bebuyutan
Kamera mengikuti setiap gerakannya, memperbesar setiap garis senyum yang terbentuk, setiap tarikan napas.
Di ujung altar, Sebastian Grey berdiri tegap, mengenakan jas hitam dengan kancing perak dan dasi hitam polos. Tampan, tak bercela, tapi matanya sejuk seperti permukaan danau beku. Ia menatap Jocelyn seperti melihat angka dalam laporan keuangan.
Mereka saling menatap sejenak. Tak ada anggukan manis, tak ada senyum lembut. Hanya sepasang mata tajam menakar lawan main dalam drama yang sudah lama ditulis oleh keluarga mereka.