Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rantai Hasrat (Oliver&Nicole)

Rantai Hasrat (Oliver&Nicole)

Prangg Penelope melempar sebuah gelas di tangannya ke dinding. Pecahan gelas serta wine tumpah membaur ke lantai. Raut wajah Penelope menunjukkan rasa kesal yang bercampur dengan emosi yang seolah ingin meledak. “Kenapa bisa sampai gagal!” seru Penelope dengan nada cukup tinggi.
975.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai penat
Baca
+Pustaka
Penantian Sang Istri Teraniaya

Penantian Sang Istri Teraniaya

kata Sarina. “Cukup, Ma!” teriak Qian, muak dengan tekanan yang diberikan Sarina. Qian memalingkan pandangan keluar dari jendela, ia duduk dalam kemarahan yang berusaha untuk diredam.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai penat
Baca
+Pustaka
PENYESALAN

PENYESALAN

Ingatlah, bahagia bukan berarti sampai harus mengambil hak milik orang lain] [Saat ini, mungkin kamu bisa bersembunyi dari kesalahanmu, tapi nggak dari penyesalanmu. Kamu bisa saja bermain dengan dramamu, tapi nggak dengan karmamu. Kalau kamu siap menyakiti seseorang, maka kamu juga harus siap untuk disakiti seseorang] Pesan itu terkirim di chat WhatsAppnya. Dua centang biru menandakan pesan itu sudah dibaca. Ia tak peduli seberapa geramnya Andin padanya. Nadia hanya ingin mempertahankan apa yang menjadi miliknya.
9.7228.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai penat
Baca
+Pustaka
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Dia menangkap tangan wanita itu, lalu menamparnya sekali lagi tanpa belas kasihan. Dengan bunyi keras, kepala Felly terhuyung ke samping. Wajahnya langsung membengkak, tetapi amarah di mata pria itu tidak berkurang sedikit pun. Kata-katanya pun dingin. "Ketidakadilan yang Teresa terima jauh lebih banyak dari ini. Menamparmu seperti ini bukan apa-apa. Aku ingin kamu minta maaf pada Teresa!"
9121.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai penat
Baca
+Pustaka
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Dia pun menghapus dan menggantinya. [Kamu dan Joel menginap di mana beberapa hari ini? Besok aku pergi menjemput kalian pulang ke rumah.] Jeff menarik napas dalam, lalu menekan tombol kirim. Namun detik berikutnya, sebuah tanda menyilaukan muncul. Pesan yang dikirim hanya bercentang satu, tampak seperti telah diblokir. “Pong!” Kaleng soda dilempar ke lantai.
55.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai penat
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai penat
Baca
+Pustaka
Istri Pungut Sang Pewaris

Istri Pungut Sang Pewaris

‘A-apa yang baru saja dia katakan?’ batin Anais dengan mata selebar piring. Dirinya yang berada di naungan Jade, kini merasakan sensasi kabut panas naik ke hatinya. Tak nyaman, tapi entah mengapa juga mendebarkan. “Siapa kau berani bicara kasar padaku?!” Pineti menggeram tegas. Dia yang menjadi bahan tontonan itu tak ingin tersudut. Tangannya berupaya untuk lepas, tapi agaknya Jade masih belum puas sampai kening nyonya Devante tersebut mengernyit menahan sakit.
9.722.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 518 kali sebagai penat
Baca
+Pustaka
KURIR CINTA

KURIR CINTA

ucap Dido penasaran. @ @ @
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai penat
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

“Emang. . . dasar Selin.” “PA!” Mama makin kesal. Selin menyembul dari balik selimut. “Papa ngerti aku, tuh.” “Papa ngerti. Tapi bukan berarti Papa setuju, Lin.” Selin manyun. “Papa sudah capek ngomelin kamu,” lanjutnya sambil menyeruput kopi, “jadi Papa netral.” “Aku cuma butuh hiburan, Ma,” Selin menghela napas. “Kemarin stres.”
10712 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai penat
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Kataku menoleh ke belakang dan melihat semua orang menatapku, aku bingung, siapa tadi yang memanggilku, kok semua orang melihat ke arahku dengan tatapan sinis begitu, apa salah dan dosa-dosaku, sehingga pantas diperlakukan begini. “Kamu yang waktu MOS sering telat, kamu yang pake name tag berbentuk suntikan besar itu kan?” ucap seseorang dibalik name tag “Dito”, tapi anehnya kok dia mengingat waktu MOS sih, aku saja sudah lupa entah pelanggaran apa yang aku buat selama MOS, cuma satu yang kuingat yaitu masalah suntikan gedhe itu, duuh malunya. “Iya kenapa?” tanyaku ragu, karena semut-semut itu memandangku dengan tatapan membunuh.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai penat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status