Kehidupan Kedua
Baru kemudian sang gadis Sanjaya melanjutkan ucapannya.
"Kalau kamu ... mama kamu orang yang seperti apa, Naren?" tanya Nadisa. Ia lelah terus memusingkan sang Mama. Jadi lebih baik ia mengalihkan pembicaraan, bukan?
"Aku menyebutnya Bunda," kata Naren pelan. Disambut anggukan paham dari Nadisa Tirta Sanjaya. "Bunda itu orang yang lembut, baik, tapi kadang bisa tegas juga. Ah, kadang Bunda juga bisa menyeramkan. Mirip kamu."