Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mata Elang

Mata Elang

Dia tidak sadar bahwa namanya masuk daftar perjalanan dinas ke Kongo. “Pur, enak sekali kamu bisa jalan-jalan keluar negeri,” kata temannya yang juga pejabat. “Jalan-jalan!!! Apa maksudmu? Loh rapat sudah selesai?” tanya Purnomo bingung. “Sudah 10 menit yang lalu, Pur. Kamu memikirkan apa? Pasti bini muda yang di rumah ya?” goda temannya. “Ahh, kamu tahu saja. Echh!! Tadi hasil rapatnya bagaimana?” tanya Purnomo.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
MADU SATU MERTUA

MADU SATU MERTUA

“Daun cengkeh laku, Mbah?” “Ya laku. Sekilo dua ribu kok. Simbah dapat sepuluh sampai lima belas kilo sehari. Buat beli lauk. Wes istirahat sana. Kamu capek pasti. Simbah masak dulu, ya? Likmu (om kamu) sudah nyembeleh ayam. Nanti malam tak urut pakai minyak biar pegel-pegel di badan hilang.” Usai berkata demikian, Watri menutup pintu lalu pergi.
10200.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Shifa chibii
ceritany bagus,,kasihan Rasti,ditipu mertua dan suami yg g bisa tegas dan ngindungin anak istriny,,mending pergi aja ras,,soal harta mendiang ortu ntar dicari lagi jalanny buat ngrebut lagi,,dari pada bertahan tpi makan hati..
Lee Siuce
Izin promo ya Thor Mampir yuk gaaes di cerita ku "Cinta Segitiga Sang Pewaris" Ceritanya masih ongoing di jamin seru karena banyak ceritanya di bungkus dengan teka-teki yang susah ditebak ... Mampir yuk
Baca Semua Ulasan
Ah! Mantap Sekali Mbak

Ah! Mantap Sekali Mbak

kata Bara dengan nada tegas. Pria itu langsung terlihat sedikit canggung dan akhirnya berkata, "Sebelumnya saya minta maaf. Saya tidak menyangka saja bahwa Tuan Muda ternyata sesederhana ini. Baiklah, nama saya Bima. Saya mantan anggota pasukan khusus. Saya keluar dari pekerjaan saya karena suatu hal dan sekarang bekerja untuk ayah Anda."
1055.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Dewa Iblis Gerbang Neraka

Dewa Iblis Gerbang Neraka

Ia menarik napas dalam-dalam, merasakan aroma asin laut yang menyegarkan, sebelum melangkah mantap memasuki wilayah tersebut dengan tujuan mencari Dewa Mabuk, Kong Ming. Saat memasuki hutan bambu yang lebat, angin sepoi-sepoi membawa aroma khas dedaunan basah. Tiba-tiba, tawa nyaring memecah keheningan. Di atas batu besar, duduk seorang lelaki tua dengan rambut putih acak-acakan, memegang guci arak yang hampir kosong. Ia menenggak arak dengan lahap, kemudian menatap Song Lien Hwa dengan mata yang tampak setengah sadar namun tajam.
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Ekspresi Mak Cik mulai menunjukkan kepanikan. Nenek Buta mengerucutkan bibirnya dan berkata, "Pendeta Gunung Mahuda memang nggak mengecewakan." Lintang tampak bangga, "Sekte Vitalitas, Aliran Kesempurnaan, dan Gunung Mahuda masing-masing punya warisan. Ini hanya trik kecilku saja. Sekte Pengendali Mayat belakangan ini sudah keterlaluan. Jangan kira aku nggak tahu apa yang dilakukan orang bermarga Anggara itu. Melatih Raja Mayat sudah melanggar aturan."
9.8533.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.6K kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Diantar Ke Rumahku

Diantar Ke Rumahku

Warung soto sulung yang cukup besar itu, ternyata letaknya agak di pinggir kota, ke arah terminal. Waktu mereka sampai di sana, hanya ada beberapa orang yang sedang makan. Mama Sondang yang menjaga kolestrolnya, tidak ikut makan soto yang terdiri dari daging dan jeroan sapi itu. Dia mendekati istri pemilik warung, dan berbicara dalam bahasa Batak. Sebentar kemudian, istri pemilik warung datang dan membawa ikan goreng serta sepiring sayur untuk Mama.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Mertua, Awal Pembawa Petaka

Mertua, Awal Pembawa Petaka

Mertua, Awal Pembawa Petaka Surat perjanjian Bab 4 Sebelum pulang, aku mengajak Mas Lukman untuk makan malam di sebuah restoran ternama yang harga satu menu saja bisa menguras dompet. Aku akan membuat ular itu terbakar. Semua makanan tersaji di atas meja, membuatku menelan air liur, Bu tidak sabar untuk mencicipinya. Tapi sebelum itu aku meminta salah satu pelayan untuk mengambil fotoku dan Mas Lukman.
1064.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Hantu Vila

Hantu Vila

Dia sudah tidak sanggup menyimpannya lagi. Keesokan harinya, Amprung mendatangi rumah Mbah Goto. Seperti biasa dukun itu sedang santai di atas sofanya. Mbah Goto ini tidak terlihat seperti dukun pada umumnya, lebih seperti orang biasa yang hobi menonton TV. “Kau simpan saja di rumah. Eh kau tahu, pocong dalam botol itu bisa buat kamu kayak,” kata Mbah Goto.
9.917.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU HARTAWAN

SANG MENANTU HARTAWAN

Dia tertegun, seumur hidupnya sama sekali dia belum pernah memegang uang sebanyak ini. “Alhamdulillah! Terima kasih, Ya Allah! Ini bisa buat makan setahun. Buat bayar kontrakan dan hutang-hutang di warung. Bisa juga untuk buka warung,” seru Puspa lirih sambil memeluk amplop coklat itu.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Ketika Takdir Menyapa

Ketika Takdir Menyapa

gumam Saras, menatap deretan kios yang nyaris tak berubah sejak ia masih kecil. Gayatri berjalan lebih cepat ketika melihat warung kecil dengan spanduk lusuh bertuliskan "PECEL MBAH IMAH". “Nah itu dia!” seru Gayatri senang. Mbah Imah, perempuan tua dengan kerudung bunga-bunga, sedang duduk menumbuk sambal pecel di cobek besar. Ia mendongak begitu mendengar langkah mereka. “Lho… Dek Gayatri?” Mata Mbah Imah melebar. “Ya Allah, sudah lama banget nggak kelihatan!”
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status