Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

“Dulu kakekku menentang Om Kian karena mimpinya yang terlalu muluk, begitulah kira-kira kata mamaku. Kakekku menolak untuk membuatkan aquarium yang berisi ikan laut. Namun, sekitar dua puluh lima tahun yang lalu, waktu aku belum lahir, akhirnya kakekku membuka pikirannya dan mulai membangun aquarium dan mengisinya dengan ikan laut. “Tadinya aquarium itu hanya untuk menyenangkan Om Kian, sebagai kado ulang tahun. Namun, ternyata aquarium itu akhirnya menjadi semakin besar dan dijadikan objek wisata. Siapa yang menyangka kalau sekarang The Prince bisa sehebat ini. Semua itu karena mimpi besarnya Om Kian.”
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
DIMADU TANPA RESTU

DIMADU TANPA RESTU

Ia menyalakan lampu teras dan melihat sebuah bungkusan yang sudah penyok dan kotor. Ia membungkuk, mengambilnya. Martabak manis. Kesukaannya. “Mas, ada apa?” Amara menyusul dari belakang. “Sekar tadi sudah pulang,” jawab Wira pelan. Amara mendekat, mengambil bungkusan itu dari tangan Wira dan tanpa ragu membawanya ke dapur. Bunyi tutup tempat sampah terdengar sesaat kemudian.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Gadis Pemuas Tuan Mahen

Gadis Pemuas Tuan Mahen

“Haha…pergilah! Pergilah sejauh yang kau bisa!” Bas terlonjak mendengar teriakan dan tawa Mahendra, bergegas Bas bangkit lalu melangkah menghampiri Mahen yang masih meracau. “Kau pikir! Hanya kau saja wanita di dunia ini! Bahkan sepuluh wanita sekaligus pun bisa aku dapatkan! Haha…” Mahen tertawa dengan keras, namun detik kemudian raut wajahnya terlihat murung.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Istri Penebus Hutang

Istri Penebus Hutang

Pembantu Farid mempersilahkan mereka masuk. "Maaf ada apa ke sini pagi sekali?" tanya Papa Farid yang bernama Agung. "Begini Pak Agung," ucap Marno terjeda. Rasanya dia tak sanggup mengatakannya pada Agung. "Maya hamil, Pak," kata Marno. "Lalu apa kaitannya dengan saya?" tanya Agung. Istri Agung bermana Ana menoleh ke arah Agung. "Maya hamil anaknya Farid," jawab Marno.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Munajat Perawan Tua

Munajat Perawan Tua

ucap Citra menarik tangan ku berlalu. Dia memang anak konglomerat yang sangat unik. Disaat banyak putra direktur utama perusahaan yang pernah ku temui terkesan arogan dan cuek. Dia sangat berbeda dari semua itu. "Sebelum Mama mu memarahi Papa lagi lebih baik pulang dulu. Nona Gita juga harus beristirahat. Ardhito sudah menunggumu di rumah,"ucap Wicitra tertawa melongo.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Istri Abangku

Istri Abangku

Sang papa sudah lebih dahulu makan dengan sangat lahap. "Bu, kok bisa masak jengkol? Dapat dari mana?" tanya Kamal yang sudah menyendokkan sedikit nasi dan juga lauk rendang jengkol yang menggoda lidah dan jug perutnya. "Tidak mungkin ibu kamu ini ngerampok dari rumah makan ya'kan? Ada teman papa orang konsulat yang baru saja kembali dari Indonesia. Jadi Ibu titip sama dia," sahut Bu Rani sambil menuangkan teh ke dalam cangkir ukir suaminya.
1019.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Beberapa waktu kemudian di Pulau Pahawang. “Elu, Wandi. Kemana aja sih lu? Tuh, lihat tempat kita udah rame tuh. Para konglomerat itu ujug-ujug dateng aja mereka,” ucap Ronco.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

Wira menemui Mbah Urut di depan kamar. “Buat teh manis hangat dengan irisan jahe, Gus. Selesai diurut istrimu biar langsung minum teh. Sebentar lagi selesai. Nanti Mbah panggil,” kata wanita tua itu. Wira mengangguk dan meninggalkan Mbah Urut. Pintu kamar berdebum dan wanita tua itu pasti sedang menyelesaikan pekerjaannya. Di dapur Wira menoleh pisang goreng buatan Sully yang baru dimakan sepotong. Tidak benar-benar hangus. Hanya digoreng asal-asalan. Merasa kasihan dengan pisang itu, Wira kembali menyambarnya sepotong dan memasukkannya ke mulut. Matanya sempat membelalak sedetik menyadari ia belum mencuci tangan seusai mengangkangi ranting kayu.
10819.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.9K kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Tampilkan Ulasan (334)
Baca
+Pustaka
Amoy82
Dari semua novel yg kubaca di platform ini, karya ini adalah karya terbaik. Mulai dari judul yg memberikan makna lain. sampai isi. Jangan tanya soal tata bahasa, begitu rapi dan memerhatikan rima. Deskripsi suasana yang begitu rinci, membuat pembaca khususnya saya, menikmati dan merasa berada disana
q_ya
dulu pertama liat judul nya ga begitu tertarik, tapi setelah bingung baca karya njus yang mana lagi akhirnya aku bacalah..dan ternyata malah jatuh cinta yang kedua ... setelah yang pertama sama pak Roy..... tapi bukan berarti saya ga suka tokoh lain ka jus.. semuanya saya suka tp fav Om Roy&mas wir
Baca Semua Ulasan
Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

Mantiko Sati tersenyum mengangguk, kembali ia mendorong kayuh dari batang bambu itu. “Sebut aku gila,” ujar Mak Utiah, “tapi… bukankah di lembah Ngarai Sianok ada leluhur tua yang disakralkan penduduk tempatan?” “Ermm, Inyiak Tuo Bamato Biru,” ujar Mantiko Sati. “Nah, itu yang aku maksud,” ujar Mak Utiah. “Jangan bilang kalau kau tinggal bersama Harimau Dewa itu?”
9.8104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Srigede Hanif
saya lihat banyak novel baru yang rilis, tapi ko yg Sibunian Tongga terkesan tidak dlirik sama pihak GN,, apakah sesulit itu untuk mnerbitkan novel baru dsini?, babang Tothor ayo dong lebih smangat lagi ngajuinnya biar novel Sibunian Tongga sgera rilis, sdikit kurang sabar nih nunggunya, T.T
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Mati Kembar

Mati Kembar

“Apa, Sayang? Mama dari tadi nyariin kalian lho, tapi nggak ketemu-ketemu. Bukannya kita jadi main petak umpetnya?” “Bener kata Andin, Sayang. Tadi kami cari ku ke mana-mana tapi nggak ada,” ucap Beni tiba-tiba datang bersama Andita. “Beneran, Sayang. Tadi aku ikut main lho sama kalian.” Aku mencoba meyakinkan mereka bahwa aku yakin dengan pembicaraan barusan. “Jadi, tadi Mama main petak umpet sama siapa?” “Siapa lagi yang main petak umpet selain kami, Sayang?”tanya Beni terlihat panik dan penasaran.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status