Air Mata Suami dan Mertuaku
"Kenapa nggak pulang ke kampung saja? Daripada hidup di kota dan melakukan hal-hal yang keji. Lebih baik urus dan rawat ibumu di kampung, sekalian bertobat!"
"Justru karena aku ingin berbakti sama orang tua, makanya aku tetap berada di kota ini, Mbak."
"Duh, nggak usah berbelit-belit, deh! Sekarang katakan apa maksudmu menemuiku!" Marwa memutar bola mata.
"Aku butuh batuan kamu, Mbak."
"Bantuan apa?" tanya Marwa sinis. Rasanya sudah muak sekali berlama-lama dengan wanita itu di sini.