Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Akhirnya aku dan Mas Marno pergi ke tempat Mbah Sih–orang pintar yang cukup terkenal di daerah kami. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di tempat perempuan tua yang umurnya sudah hampir seratus tahun itu. "Mbah, saya mau minta tolong. Apa benar ada orang yang mau menjadikan saya tumbal pesugihan?" tanyaku ketika sudah bertemu dengan Mbah Sih. Dia menatapku lalu memegang kepalaku dengan sedikit menekan. "Apa kamu merasakan sakit?"
1016.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 324 Beses bilang penerus mbah mad watucongol
Read
+Library
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

ajak Kelenting Sari. Kong yang sedari tadi hanya diam juga hanya bisa mengangguk melepas kepergian gadis itu. Bersama Limo, Kelenting Sari melesat kembali menuju pantai meninggalkan Bajangan dan Kong yang masih menatapnya. “Maafkan atas kelancanganku Maha Resi,” Kong segera bersujud di depan Bajangan. Selain Kong, tidak ada yang tahu bahwa siluman tupai tua di sana adalah maha resi sakti berusia jutaan tahun.
105.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 136 Beses bilang penerus mbah mad watucongol
Read
+Library
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

"Kenapa nggak pulang ke kampung saja? Daripada hidup di kota dan melakukan hal-hal yang keji. Lebih baik urus dan rawat ibumu di kampung, sekalian bertobat!" "Justru karena aku ingin berbakti sama orang tua, makanya aku tetap berada di kota ini, Mbak." "Duh, nggak usah berbelit-belit, deh! Sekarang katakan apa maksudmu menemuiku!" Marwa memutar bola mata. "Aku butuh batuan kamu, Mbak." "Bantuan apa?" tanya Marwa sinis. Rasanya sudah muak sekali berlama-lama dengan wanita itu di sini.
5.712.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 361 Beses bilang penerus mbah mad watucongol
Read
+Library
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

Hidupnya hancur seiring menampung para benalu. "Dimas, kenapa kamu tidak tahu kalau Ajeng itu anak konglomerat hah? Kalau begini kita repot. Apa kamu tidak bisa bujuk Ajeng untuk rujuk? Kamu lihat sendiri sifat Wulan yang menolak ibu dan saudara kamu ikut ke sana," Dimas yang memperlihatkan istrinya pergi menoleh, di lihatnya Bu Ida tengah duduk tegak.
1011.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 346 Beses bilang penerus mbah mad watucongol
Read
+Library
Bagaimana Denganku

Bagaimana Denganku

Ia berhenti di balik dinding pembatas, tepat saat mendengar nama yang membuatnya seketika membeku. "Pokoknya besok itu, semua menu harus yang paling enak!" kata Mbok Na dengan semangat. "Acara syukuran ulang tahun cucu pertama majikan, tidak boleh main-main. Aku sudah beli iga kualitas terbaik untuk sop konro."
106.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 137 Beses bilang penerus mbah mad watucongol
Read
+Library
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

bisik pria tua itu Tangan pria itu menunjuk ke arah utara, ke sebuah bukit kecil yang menjulang seperti gundukan bumi yang dipenuhi batu. “Bukit Tengkorak dulunya adalah tempat pertapaan, tapi kini hanya dikenal sebagai sarang Bunggul Balung. Puncaknya... di sana mereka membangun benteng dari kayu dan batu. Tak ada yang berani mendekat lebih dari seratus tombak dari bukit itu.” Dewa Maut mengangguk. Dia meminum kopinya hingga tandas. Rasa pahit kopi itu kini terasa manis di lidahnya, karena dia telah menemukan tujuannya.
102.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 78 Beses bilang penerus mbah mad watucongol
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Muncratlah semburan cairan kental hangat membasahi paha mulus anak pejabat tersebut. "Pusaka ini sebenarnya masih butuh tiga betina lagi untuk ditaklukkan sampai tunduk. Tapi gara-gara perutku meronta kelaparan, aku terpaksa menuruti ajakanmu memburu daging. Kita kembali ke sarang sekarang, Betina Kacamata."
9.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 264 Beses bilang penerus mbah mad watucongol
Read
+Library
Suami Tak Ada Akhlak

Suami Tak Ada Akhlak

“Eh. Saya baru ingat. Saya nggak pernah lihat Mbaknya di sini? Mbaknya orang mana?” Matun tersenyum. “Saya orang Gresik, Bu,” jawabnya. Perempuan di hadapannya mengangguk dengan bibir membentuk huruf O. Pandangannya seperti mengingat sesuatu. Menatap Matun ia kembali bertanya, “Lalu di sini kenapa? Ke rumah saudara?” Matun menggeleng. “Ke sini ngunjungin mertua, Bu.” Hal yang sama dilakukan ibu-ibu di hadapannya.
1011.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 349 Beses bilang penerus mbah mad watucongol
Read
+Library
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

Bocan alias bobok cantik dengan watados (wajah tanpa dosa). “Kepala aku pusing. Perutnya mual. Habis mandi kok malah kayak gini?” Keluh Pulung dengan mata terpejam. “Mau mas pijit?” Hanya mengangguk. Segera Maha beranjak bangun dan mencari minyak urut untuk membalurkan di punggung Pulung. GPU yahud gaess! Sekelas Maharaja GPU selalu jadi andalan buat kerokan dan gosok serta mengurut.
1.518.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 633 Beses bilang penerus mbah mad watucongol
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status