Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Kita akan menuju Randu Watangan di selatan. Meskipun perjalanan itu mungkin panjang dan berbahaya, namun itulah arah kita, demi mengembalikan kehormatan Mataram.” Para abdi terdiam, mengangguk patuh. Tidak ada yang berani membantah keputusan Panglima mereka, termasuk Wulung yang biasanya banyak bertanya. Kumbhayoni mengangguk singkat, puas dengan penerimaan mereka. Setelah menyelesaikan pengumuman itu, ia melanjutkan memeriksa perlengkapan miliknya dan putranya, Mpu Panukuh. Ia memeriksa ikatan pada wadah persediaan makanan, memastikan jubah dan kain-kain pelindung terlipat rapi, serta senjatanya terselip kokoh di tempatnya. Saat tangan kanannya meraih bungkusan kain di antara barang-barang
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Upik Abu dan Bola Cahaya

Upik Abu dan Bola Cahaya

*** Di sebuah bangunan tua dua lantai, mbah Acong mondar-mandir di teras, ia mengelus-elus dagunya yang berjanggut. Mpus menghampiri mbah Acong yang tampak sedang menunggu seseorang. "Siapa yang kau tunggu?" "Bambang, dia akan segera datang ke sini." "Lantas, apa rencamu?" "Pertama, kita menunggunya datang dulu."
104.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Madu Untuk Mantan Mertua

Madu Untuk Mantan Mertua

Hal itu membuat Matthew penasaran. Matthew menatap punggung ibunya yang meninggalkan kamar, rasa penasaran semakin menggelayut di benaknya. Dia tidak bisa mengabaikan perasaan aneh yang muncul sejak acara tadi malam. Setelah ibunya keluar, dia duduk kembali di tempat tidurnya, memikirkan semua yang terjadi. ********** “Itu mansion David Baskara.” Ucap Amar pada Tyo saat mereka berada di depan bangunan besar dan mewah yang menggambarkan betapa kayanya pria itu.
9.233.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 937 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Cilon Kecil
ceritanya bagus tapi bukankah dalam agama haram hukumnya mantan mertua menikahi mantan menantunya? penasaran sama hubungan David dan Regina... kok Feelingku mengatakan Dimas bukan anak kandung David ya..
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

Dari situ Matari menilai bahwa Arga berasal dari kalangan berada. ********************************************************************** Matari mengayuh sepedanya dan berbelok tajam di tikungan dekat warung Mba Sari. Di belakangnya Sandra menyusul sambil mengeluh bahwa dia kalah cepat. Warung Mba Sari dulunya hanya bekas garasi rumah yang ditambah rak-rak kaca dan besi di sana sini. Kali ini Mba Sari telah membuatnya lebih besar sehingga bisa menampung makanan frozen seperti sosis dan nugget. Tante Dina berpesan untuk membeli nugget dan kentang untuk makan siang mereka di hari Minggu itu. Uang kembalian bisa mereka pakai untuk minum F*nta strawberry favorit mereka. Sambil duduk-duduk di kurs
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL

MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL

"Intelijen kita melaporkan bahwa dia hanya menggunakan sebuah kapal pesiar fana milik Konsorsium Naga untuk menuju ke sana bersama istrinya. Bagaimana mungkin seorang pemuda yang tiga tahun lalu dikenal sebagai menantu sampah tak berguna dari Keluarga Lin kecil, bisa memiliki otoritas untuk menghapus situs warisan kuno?!" Seorang pria tua berambut putih panjang yang duduk di kursi utama—Leluhur Agung Ji, praktisi terkuat yang tersisa di ibu kota dengan basis kultivasi Ranah Pendirian Pondasi Tahap Kesembilan Puncak—perlahan membuka matanya. Sepasang pupil matanya memancarkan energi spiritual kelabu yang bergejolak tidak stabil.
608 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

"Target terlihat." Di tengah ruangan, dikelilingi oleh para pengusaha yang tertawa menjilat, berdiri seorang pria tua bertubuh gempal. Rambutnya putih disisir klimis, cerutu Kuba terselip di jari-jarinya yang penuh cincin batu akik besar. Tuan Mahendra. Ayah baptis Dirga, sekaligus pemilik Mahendra Group, konglomerasi properti dan tambang yang terkenal kotor.
14.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 556 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Mbah Dukun Dambaan Wanita

Mbah Dukun Dambaan Wanita

“A-Aku... ingin memiliki anak. Tolong, bantu Aku mewujudkannya, Mbah. Apa pun yang harus Aku lakukan, Aku siap.” Wajah pria tua bernama Damar Wisesa seorang dukun sakti, tersenyum mendengar permintaan wanita itu meski tubuhnya belum pulih sepenuhnya. Namun, di malam hari ia yakin tubuhnya akan berubah jadi lebih perkasa. Kembali ke tiga jam sebelum pertemuan itu …
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

tanya Ibu RW, tapi Rahman malah menggeleng dengan kebingungan. "Dia kena guna-guna," cetus seseorang yang tidak lain Wak Toriq. Pria sepuh itu muncul dari arah belakang kerumunan diikuti Ambu, Abah dan Ayu. Seketika tubuh Sari menengang dengan wajah pias. Tatapan Wak Toriq jatuh pada Sari, membuat tubuh wanita itu bergetar hebat. ***
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

tampa menunggu persetujuan kakek gendut itu ke luar istana mencari sesuatu di kawasan hutan tidak jauh dari istana kecil kediaman Adipati Gadra itu. Selang beberapa menit Dewa Penangis pun kembali, di tangannya terlihat sebuah tabung bambu berisi air berwarna coklat pekat. Tabung bambu itu ia serahkan pada salah seorang dari dua utusan Welung Pati, dan yang menerima adalah Danar.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
MISTERI TUSUK KONDE

MISTERI TUSUK KONDE

tutur Mbah Waci tanpa memalingkan penglihatannya. "Mbah, perempuan itu hilang!" seru Rasti dengan ekspresi terkejut. Mbah Waci menoleh ke belakang melihat cucunya. Kemudian ia menatap kembali ke depan. "Sepertinya tusuk konde dan sintren itu berasal dari sini." Mbah Waci mulai mengedarkan pandangannya. "Tapi ini di mana, Mbah?" "Gunung Arjuno, Nduk."
1025.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai penerus mbah mad watucongol
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status