Cinta Yang Salah
Ia menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan, tersirat kesedihan dan luka dari raut wajahnya.
"Intan, kamu lihat ibu, betapa bahagianya dia mendengar kamu hamil, dia begitu antusias, aku tidak pernah melihat wajahnya seceria tadi, dia tak terlihat seperti orang sakit, kesehatan ibu seperti di sihir, langsung membaik begitu saja, mendengar menantunya akan memberikan cucu, apa sebenarnya yang ada dalam pikiran kamu, Intan?" Mas Anton memejamkan matanya sejenak, lalu mengangkat wajahnya kembali menatapku, ada genangan di kedua pelupuk matanya. Namun, dia berusaha menahannya dan tetap tegar.