Terjebak Gairah Siluman
"Bukan itu. Mereka cuma tempat angker. Aku ingin tempat yang punya cerita 'jahat'. Yang benar-benar bisa membuat imajinasi para penonton itu liar. Bukan hanya sekadar 'bekas', tapi 'tempat' di mana kejahatan itu masih bersemayam."
Wulan mencondongkan tubuhnya, mendekatkan bibirnya ke telinga Ano. "Aku ingin mereka membayangkan aku tidak hanya ketakutan, tapi dikuasai sepenuhnya. Dipermainkan, dihancurkan, dan dirangkai ulang oleh kekuatan yang jauh lebih besar dari diriku."
Ano menelan ludah, matanya menatap bibir Wulan yang basah. "Dikendalikan... seperti boneka, begitu?"