Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Ditumbalkan Demi Menyelamatkan Nyawa Adikku

Aku Ditumbalkan Demi Menyelamatkan Nyawa Adikku

Adikku menderita kanker ginjal stadium akhir, dan ayah serta ibu menuntutku untuk mendonorkan ginjalku padanya. Aku bilang aku hanya punya satu ginjal, kalau diambil aku akan mati. Namun, mereka bukan hanya tidak percaya, mereka malah langsung mengikatku di meja operasi "Cuma ambil satu ginjalmu saja, kenapa kamu egois sekali?" Mereka tidak tahu, aku tidak berbohong. Saat ayah mengalami kecelakaan mobil dulu, aku sudah mendonorkan satu ginjalku.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai penyesalan
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Bayaran Dokter Tampan

Pesona Istri Bayaran Dokter Tampan

Author MungiL
Dalam kesempurnaan hidupnya sebagai dokter kandungan terkemuka, Elsaki menyimpan rahasia gelap. Demi kelancaran hubungannya dengan istri sahabatnya, ia menikahi Yuvika. Pernikahan yang mereka jalani tentu hanya sebuah kesialan bagi Yuvika. Namun, sebuah tragedi mengubah segalanya, menumbuhkan penyesalan mendalam dalam hati Elsaki. Mampukah Elsaki memperbaiki kesalahan lalu membangun kembali cinta yang hampir terhilang? Atau semuanya akan pupus bersama dengan rasa penyesalan?
975 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai penyesalan
Baca
+Pustaka
Di Balik Topeng Cinta Pertama

Di Balik Topeng Cinta Pertama

Suamiku menyuap dokter untuk mentransplantasikan jantung yang mulanya milik putri kami ke putri teman masa kecilnya. Hari itu juga, putriku terkena serangan jantung dan meninggal di pelukanku. Sebaliknya, transplantasi jantung putri teman masa kecil suamiku berhasil. Dia begitu gembira sampai membagikan bonus untuk seluruh karyawan perusahaan. Aku sangat emosi sampai muntah darah. Dokter mengatakan aku menderita leukemia stadium lanjut. Aku tidak punya banyak waktu lagi. Aku pulang dengan hati hancur, memegang guci abu putriku. Namun, suamiku malah ingin berkeliling dunia bersama teman masa kecilnya dan juga putrinya untuk merayakan kehidupan baru mereka.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai penyesalan
Baca
+Pustaka
Sejak Kehadiran Pelakor...

Sejak Kehadiran Pelakor...

Ayah membawaku ke sebuah pesta yang diadakan oleh seorang bibi. Saat makan kue, aku tanpa sengaja memakan ceri yang ada di lapisan tengahnya, lalu segera memuntahkannya. Karena dulu pernah mengalami alergi parah sampai seluruh tubuhku merah dan hampir meninggal, aku masih mengingat rasa itu dengan sangat jelas meskipun usiaku waktu itu masih kecil. Namun, bibi itu terlihat sangat kecewa dan berkata, "Seperti tradisi saat Imlek, kalau menemukan koin di dalam pangsit itu berarti membawa keberuntungan. Aku sengaja menyembunyikan ceri di dalam kue ini. Tapi ternyata Keenan nggak menghargainya." Ayah tidak mau mendengar penjelasanku dan langsung mengusirku keluar untuk berdiri di halaman sebagai hukuman. Aku selalu mendengar Ibu berkata bahwa akhir-akhir ini suhu sangat panas dan aku harus tetap berada di dalam rumah. Ternyata, cuaca memang panas sekali! Tubuhku mulai terasa sangat gatal dan aku merasa sulit bernapas. Aku ingin mencari Ayah, tetapi tidak peduli seberapa keras aku mengetuk pintu, Ayah tetap tidak mau membukakannya. Melalui jendela kaca yang besar, aku bisa melihat Ayah hanya melirik ke arahku dengan tatapan dingin dari dalam rumah. Dia benar-benar tidak mau membukakan pintu untukku.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai penyesalan
Baca
+Pustaka
Kebohongan Suamiku Menjadi Kenyataan

Kebohongan Suamiku Menjadi Kenyataan

Demi menebus penyesalannya dengan cinta pertamanya, suamiku berbohong dengan mengatakan bahwa dirinya mampu melihat rentang hidup setiap orang. Dia mengatakan bahwa aku masih memiliki masa hidup selama 60 tahun, sedangkan cinta pertamanya hanya punya tujuh hari lagi. Jadi, selama tujuh hari itu, dia ingin memenuhi janji yang pernah dibuatnya dengan cinta pertamanya ketika mereka masih muda. Dia membawa cinta pertamanya pulang dan merawatnya secara pribadi. Ketika mereka kembali ke kampus untuk bernostalgia dan saling jatuh cinta lagi, aku tidak membuat keributan. Ketika dia menyatakan cinta kepada cinta pertamanya, lalu mengadakan resepsi pernikahan termegah seabad dengan aku sebagai pengiring pengantinnya, aku juga tidak protes. Hingga akhirnya, dia hendak menembus batas terakhir di antara pria dan wanita dengan cinta pertamanya di kamar pengantin kami. Dengan rasa bersalah di mata, pria itu memohon padaku untuk pindah dari kamar kami. Para pembantu di rumah menertawakanku, tetapi aku hanya tersenyum dan mengangguk setuju. Kemudian, aku mengemasi barang-barangku dan pindah ke kamar tamu di sebelah bersama anak kami. Melihatku berperilaku sepatuh biasanya, suamiku berlinang air mata dan berujar, "Aku janji, ini terakhir kalinya aku membuatmu menderita. Begitu Rina meninggal, aku akan tebus semua ini padamu." Namun, dia tidak tahu bahwa aku sudah menyadari kebohongannya sejak awal. Dia juga tidak tahu bahwa orang yang sebenarnya menderita kanker dan hanya punya tujuh hari untuk hidup adalah aku. Tiga hari lagi, aku akan mati.
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai penyesalan
Baca
+Pustaka
Aku Tak Ingin Suamiku Tahu Aku Kaya

Aku Tak Ingin Suamiku Tahu Aku Kaya

Suami Aruni tiba-tiba saja keluar dari pekerjaan yang dibanggakannya. Lalu tiba-tiba saja datang beberapa orang yang mengatakan bahwa Arjuna melakukan penggelapan dana dan harus mengganti semuanya. Semenjak berhenti kerja itulah suami Aruni berubah, ia tidak lagi menafkahi Aruni. Tapi tanpa diduga Aruni malahmendapat durian runtuh yang tidak pernah disangka-sangkanya. Melihat kelakuan suaminya, Aruni pun memilih menyembunyikan kekayaannya dan memutuskan untuk mencari tahu apa yang dilakukan suaminya di belakangnya.
885.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai penyesalan
Baca
+Pustaka
Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Saat tubuhku dimutilasi, aku berusaha untuk menelepon kakakku. Ketika aku hampir kehilangan kesadaran, dia menjawab panggilan dengan kesal. "Ada apa lagi?" "Kak, tolong ...." Sebelum aku selesai berbicara, dia sudah menyelaku. "Kenapa kamu begitu suka berulah? Pesta ulang tahun Yeri akan diadakan pada akhir bulan. Kalau kamu nggak datang, aku akan menghabisimu!" Setelah berkata demikian, dia langsung mengakhiri panggilan. Aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit dan memejamkan mata untuk selamanya, air mata masih mengalir dari sudut mataku. Kak, kamu tidak perlu membunuhku, aku sudah mati.
8.4200.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai penyesalan
Baca
+Pustaka
Kasih Sayang Ibu yang Berat Sebelah

Kasih Sayang Ibu yang Berat Sebelah

Adik laki-lakiku mendorongku jatuh ke jurang, nyawaku berada di ambang kematian. Namun, ibu yang merupakan kepala tim penyelamat, malah hanya memedulikan pergelangan tangan adikku yang terkilir. Dengan napas tersengal-sengal, aku memohon padanya agar menyelamatkanku. Ibu malah menatapku dengan wajah dingin dan berkata, "Adikmu sudah terluka, kenapa kamu nggak melindunginya? Masih saja berpura-pura lemah di depanku? Kalau begitu, kamu tinggal saja di sini sendirian dan renungkan kesalahanmu!" Dia lalu berbalik dan memerintahkan seluruh petugas penyelamat untuk pergi, melarang siapa pun menolongku. Akhirnya, aku meninggal sendirian di daerah terpencil. Setelah mendengar kabar kematianku, ibu menjadi gila dan memeluk jasadku yang sudah membusuk sambil terus memanggil, "Anakku sayang."
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai penyesalan
Baca
+Pustaka
Tangisan Terakhir Seorang Istri

Tangisan Terakhir Seorang Istri

Saat penjahat menyiksa aku hingga mati, aku sudah hamil tiga bulan. Namun suamiku, Marcell Wijaya, seorang detektif paling terkemuka di kota ini, sedang berada di rumah sakit bersama cinta pertamanya, Emilia Nessi, menemani dia menjalani pemeriksaan kesehatan. Tiga hari sebelumnya, ia memintaku menyumbangkan ginjal untuk Emilia. Ketika aku menolak dan mengatakan bahwa aku telah dua bulan mengandung anak kami, tatapannya berubah menjadi dingin. “Berhenti berbohong,” ujarnya dengan suara bergetar sambil menahan marah. “Kamu cuma egois, mau membiarkan Emilia mati.” Ia menghentikan mobil di jalan raya yang gelap. “Keluar,” perintahnya. “Kalau kamu setega itu, pulanglah jalan kaki.” Aku berdiri di kegelapan lalu diculik oleh penjahat yang dendam karena pernah dipenjara oleh Marcell. Ia memotong lidahku. Dengan kepuasan kejam, ia menggunakan ponsel aku untuk menelepon suamiku. Namun jawaban Marcell singkat dan dingin, “Apa pun itu, pemeriksaan kesehatan Emilia lebih penting! Dia butuh aku sekarang.” Penjahat itu tertawa jahat. “Nah, nah… sepertinya detektif hebat itu lebih menghargai hidup mantan cintanya daripada istri sahnya.” Beberapa jam kemudian, ketika Marcell sampai di tempat kejadian, dia ketakutan melihat kekejaman yang diterapkan pada tubuh yang telah dimutilasi. Ia marah dan menyalahkan pembunuh karena terlalu kejam terhadap wanita hamil. Namun ia tak menyadari bahwa tubuh yang dimutilasi di hadapannya adalah istrinya sendiri, aku.
21.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai penyesalan
Baca
+Pustaka
Tunangan Dan Sahabat yang Mengacuhkan Kematianku

Tunangan Dan Sahabat yang Mengacuhkan Kematianku

Hari ketiga setelah aku meninggal, tunanganku menerima telepon untuk mengidentifikasi jenazah. Dengan nada tidak sabar, dia berkata, "Kalau sudah mati, ya mati saja. Kuburkan dulu, baru kabari aku." Polisi tak berdaya, lalu menelepon orang kedua yang tercantum sebagai kontak darurat, yaitu teman masa kecilku. Dia tertawa dingin. "Benaran mati? Tapi soal mengurus mayat, bukan urusanku juga, 'kan? Langsung saja dibakar, terus abunya dibuang." Sampai akhirnya, foto jenazahku tersebar di internet. Dalam semalam, rambut tunanganku dan teman masa kecilku sama-sama memutih.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai penyesalan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
454647484950
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status