Perjalanan Sang Perukiyah
“Iya. Rencananya sore ini juga mau ke sana.”
“Ken ikut?” tanya sang Ibu menatap Ken yang mengangguk dengan senyuman.
“Ikut, Bu. Ken juga mau lihat kondisi Bulek Tini,” sahutnya.
“Berangkatnya jangan terlalu sore, ya. Jangan sampai ketemu maghrib di jalan. Istri kamu lagi hamil, Bai,” katanya mengingatkan.
“Iya, Bu. Insyaallah nanti sebelum ashar kita berangkat. Biar ashar di jalan saja,” katanya sambil menoleh pada istrinya yang kembali mengangguk. Setuju dengan rencana suaminya.