Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pesona Upik Abu

Pesona Upik Abu

​Sri duduk bersandar pada jok kulit, menatap barisan pohon di luar jendela dengan tenang. ​"Tuan Sagara, ada yang aneh," suara Pak Hendra mendadak terdengar tegang dari arah depan. Matanya melirik tajam ke arah spion tengah. "Kita diikuti oleh sebuah mobil SUV hitam tanpa pelat nomor sejak keluar dari gerbang pemakaman. Tolong Anda dan Nona Sri tetap waspada. Firasat saya buruk."
554 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as pesugihan ular
Read
+Library
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

ucap Zuoqiu Lianzhu dengan nada menghina. Mendengar itu, semua orang merinding. Ada desas-desus bahwa penghuni Puncak Keempat semuanya gila dan terkenal sangat melindungi kelompok mereka sendiri. Kelihatannya desas-desus itu benar adanya. Zuoqiu Lianzhu melambaikan tangannya, memanggil perahu awan yang berlabuh di langit. Dengan satu gerakan ringan lengan bajunya, energi sejatinya berubah menjadi dua tali raksasa yang mengikat bangkai ular piton darah dan melemparkannya ke atas perahu.
1037.5K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as pesugihan ular
Read
+Library
Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

kata Ujang serius sambil duduk di bangku kayu. “Tanya apaan? Tumben kamu gak numpang ngopi dan makan dulu?” canda Udin. Ujang mengabaikan candaan itu. “Semalam aku mimpi. Ada patung air mancur kepala singa, tapi tubuhnya ikan kayak duyung. Di situ ada dua angka muncul jelas banget…” Mata Udin langsung menyala. “Itu Merlion, Jang! Lambang negara Singapore!”
1029.6K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as pesugihan ular
Read
+Library
Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Cahaya sore menerobos kaca mobil, memantul di wajah Bik Surti yang sudah tampak lebih segar. “Pak Adrian,” sapa Bik Surti dari belakang, suara lembutnya kembali stabil. “Apa nanti bapak akan panggil ahli binatang buas? Biar ular nggak masuk lagi.” Adrian mengangguk mantap. “Aku bakal panggil pawang ular atau tim animal rescue, Bik. Mereka bisa cek halaman, selokan, tanaman rimbun, semuanya. Aku juga pangkas beberapa tanaman. Aku nggak mau kejadian ini terulang. Begitu kita sampai rumah, aku langsung telpon.”
10100.6K viewsOngoingAdded to Library 2.9K Times as pesugihan ular
Read
+Library
Pesugihan Nyi Kukun Peliharaan

Pesugihan Nyi Kukun Peliharaan

“Mau buang ini, Ni. Kenapa?” Wajah Juju langsung berubah serius. “Jangan sekali-kali bawa darah haid, di waktu udah gelap 'Sareupna' pamali, apalagi melewati jembatan. ( Sareupna = Waktu saat petang akan magrib) Leha menatap neneknya bingung. “Kenapa, Ni? Ini udah bersih kok." “Kamu tahu sareupna 'kan?!” seru neneknya dengan nada penuh peringatan. “Bisa datang mala petaka kalau kamu melanggar. Banyak makhluk halus yang suka dengan bau darah seperti itu.”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as pesugihan ular
Read
+Library
Suluh Mukhalis: Pendekar Bayangan

Suluh Mukhalis: Pendekar Bayangan

Suara keras Uragah tak menggerakkan ambisi Suluh, dia terlalu lelah dan kebingungan dihadapkan oleh berbagai macam hal yang sulit dimengerti. Terlebih lagi, setelah dia tersedot oleh arwah itu, Suluh kesusahan mengalirkan kembali Prana ke beberapa titik meridian, tak sampai menyentuh tangannya. Bersandar di balik rumah, satu-satunya cara melawan Uragah adalah memakai Keris Pusaka yang masih tersimpan di dalam kotak. "Daku dapat mencium bau ketakutanmu," ular raksasa tersebut mendesis, melata dengan lambat. "Tak kusangka dikau dapat bertahan sampai sejauh ini."
1.7K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as pesugihan ular
Read
+Library
Petaka Rumah Bekas Pesugihan

Petaka Rumah Bekas Pesugihan

Uweekk uwekk uwekk Qiara memuntahkan semua isi perutnya. Di sisi kamar yang lain, Jihan pun ikut memuntahkan semua isi di perut. Namun, apa yang keluar dari mulut Jihan bukan sesuatu yang biasa. Jihan memuntahkan mahluk hidup yaitu belatung. Semua orang terkejut dan bahkan, Lukman yang melihat sang istri seperti itu menitipkan air mata. Tak hanya itu saja. Jihan juga mengeluarkan segumpalan rambut kusut yang cukup besar.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as pesugihan ular
Read
+Library
Pesugihan Genderuwo

Pesugihan Genderuwo

Ki Praja mengatakan bahwa solusinya adalah Pesugihan. Ki Praja menghela napas, lalu berjalan mendekati Bagas. “Pesugihan adalah jalan yang saya tawarkan. Tapi, ada syarat yang harus kamu penuhi." Bagas menjadi semakin bersemangat. "Syarat apa, Ki Praja? Apapun syaratnya, saya siap." Bagas sangat menggebu-gebu. Dia seolah lupa dengan ketakutannya tadi. "Bagas, di dunia ini nggak ada yang gratis. Kamu akan berurusan dengan makhluk yang sangat kuat, Genderuwo.”
107.0K viewsCompletedAdded to Library 181 Times as pesugihan ular
Read
+Library
The Last Queen

The Last Queen

tanya Utari setelah menerima bumbung kecil berisi cairan itu. "Upas sewu," jawab Nyi Gandaruhi. Upas sewu adalah bisa ular mematikan yang dimiliki oleh Nyi Gandaruhi. Konon setetes saja sudah bisa membunuh seribu manusia, sebegitu dahsyat kekuatannya sehingga orang-orang menyebutnya upas sewu. Nyi Gandaruhi sendiri hanya bisa mengeluarkan upas sewu sekali saja dalam setiap seribu purnama, jadi Utari sangat beruntung mendapatkannya.
5.9K viewsCompletedAdded to Library 171 Times as pesugihan ular
Read
+Library
KUKEMBALIKAN GAJI SUAMI PADA IBUNYA

KUKEMBALIKAN GAJI SUAMI PADA IBUNYA

Dia sampai mengucap istighfar beberapa kali saking kagetnya. "Tapi nggak ada yang digigit atau terluka kan, Pak?" tanya Pak Gilang lagi. Mas Feri dan aku pun menggeleng pelan. "Alhamdulillah nggak ada, Pak. Hanya saja istri dan ibu saya cukup shock melihatnya." "Tega sekali kirim kado ular mematikan begitu. Harus diusut itu, Pak. Biar jera," ucap Pak Gilang dengan serius. Mas Feri pun manggut-manggut.
10114.0K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as pesugihan ular
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status