Hasrat Terpendam Papa Tiriku
Cahaya sore menerobos kaca mobil, memantul di wajah Bik Surti yang sudah tampak lebih segar.
“Pak Adrian,” sapa Bik Surti dari belakang, suara lembutnya kembali stabil. “Apa nanti bapak akan panggil ahli binatang buas? Biar ular nggak masuk lagi.”
Adrian mengangguk mantap. “Aku bakal panggil pawang ular atau tim animal rescue, Bik. Mereka bisa cek halaman, selokan, tanaman rimbun, semuanya. Aku juga pangkas beberapa tanaman. Aku nggak mau kejadian ini terulang. Begitu kita sampai rumah, aku langsung telpon.”
Hot Chapters