Ada satu cerita yang selalu bikin merinding setiap kali kubaca ulang, yaitu legenda Roro Jonggrang. Ceritanya tentang seorang putri cantik yang dikutuk jadi patung karena menolak lamaran Bandung Bondowoso. Yang menarik, ini bukan sekadar kisah cinta biasa—ada unsur balas dendam, sihir, dan pengorbanan besar di dalamnya. Bandung Bondowoso marah banget sampai menyuruh pasukan jin membangun seribu candi dalam semalam sebagai syarat pernikahan. Tapi Roro Jonggrang curang dengan membangunkan para gadis desa untuk menumbuk padi, membuat ayam berkokok sebelum waktunya. Akhirnya, Bandung Bondowoso yang hanya berhasil membuat 999 candi mengutuk sang putri menjadi candi terakhir. Kalau ke Prambanan, kamu bisa lihat arca Durga di candi utama yang konon adalah wujud Roro Jonggrang. Aku suka bagaimana cerita ini menggabungkan sejarah, romance, dan mistisisme jadi satu.
Yang bikin lebih seru lagi, versi ceritanya beda-beda tergantung daerah. Ada yang bilang Roro Jonggrang sengaja memanipulasi Bandung Bondowoso karena benci pada ayahnya, ada juga yang bilang ini soal konflik kerajaan. Aku personally lebih suka versi yang lebih humanis, di mana Roro Jonggrang cuma ingin melindungi rakyatnya dari kejamnya Bandung Bondowoso. Cerita ini juga menginspirasi banyak adaptasi modern, dari novel sampai film.