Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
SANTET

SANTET

SANTET CELANA DALAM PART 32 Semakin hari keadaan Ita semakin memburuk. Badannya yang berisi dalam hitungan hari tinggal kulit membalut tulang. Bersamaan dengan itu bau badannya pun semakin busuk menyebar sehingga mulai mengganggu ketentraman para tetangga.
9.37.1K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 197 Vezes como Santet
Ler
+Biblioteca
Seruni Senja

Seruni Senja

Sahut Alala “Kalau kalian butuh bantuanku juga aku mau bantuin kalian, kita semua kan teman tapi kalau untuk Ira memang harusnya sedikit berbeda kan, dia special untukku, tidak seperti kalian yang bisanya hanya bikin rusuh.” Kata Navi “Oke kalau begitu aku akan tanyakan apa saja tentang pelajaran kamu harus membantuku ya.” Kata Icus “Apaan sih kamu kan bisa tanya padaku, kenapa harus Tanya Navi?” Tanya Guntur yang terlihat cemburu
106.8K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 175 Vezes como Santet
Ler
+Biblioteca
Anneth

Anneth

DePanic Cafe. 12.15. Anneth memenuhi janjinya untuk bertemu dengan Devaro (Lea) saat istirahat kerja di cafe yang baru saja dibuka dengan mengusung konsep ala Santorini, Yunani. Saat pertama kali melangkah di halaman depan cafe, mata Anneth langsung disajikan dekorasi yang kebanyakan didominasi warna biru dan putih khas bangunan-bangunan di Santorini. Ia pun melanjutkan langkah kakinya dan masuk ke dalam cafe, disana sudah banyak pengunjung yang didominasi muda-mudi. Saat mengedarkan pandang dan belum menemukan batang hidung Devaro (Lea) disana, langsung saja Anneth memutuskan untuk memilih tempat duduk yang menurutnya nyaman dan bisa langsung menikmati view taman dan danau disamping cafe se
3.5K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 136 Vezes como Santet
Ler
+Biblioteca
PENGANTIN RAJA SAETAN

PENGANTIN RAJA SAETAN

Senyum manis di wajah itu menipu siapa pun yang melihat. “Yang Mulia,” bisik Nadita dengan suara menggoda. “Hari ini adalah hari bahagia kita. Bukankah kamu merasakannya?” Raja Saetan menoleh sekilas. Senyumnya hambar. “Kebahagiaan sejati tidak lahir dari kebohongan.” Ratu Nadita hanya terkekeh, menahan rasa puas karena mengira ia sudah menang. Pendeta Jien membuka kitab suci, suaranya bergema. “Hari ini kita menyatukan Raja Saetan dan Fang Jianheeng, di hadapan langit dan bumi...”
104.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 135 Vezes como Santet
Ler
+Biblioteca
SERPENTE CRUZADA

SERPENTE CRUZADA

bibirnya bergerak dengan pelan, menggumamkan nama seseorang. "Sora Sanders."
10998 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 19 Vezes como Santet
Ler
+Biblioteca
Mas Sena

Mas Sena

ancam Zelina Zelina melepaskan seatbeltnya. Sena sudah merasa ketar ketir dengan apa yang dilakukan oleh Zelina. ia juga berupaya memperlambat lajunya. Zelina nekat, ia sudah memegang knop pintu mobil dan berniat untuk turun. “Jangan bertindak bodoh Zelina, “ ucap Sena ketar ketir “Gue gak peduli, minggirin tangan lo,” tolak Zelina
102.7K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 93 Vezes como Santet
Ler
+Biblioteca
CINTA

CINTA

Qanita memperlihatkan rekaman video kepada Aswindra. " itu benar Veno maa ? " tanya Aswindra tidak percaya dengan apa yang di lihat nya yang di jawab anggukan oleh Qanita. " papa senang , akhirnya Veno bisa kembali tersenyum maa " ujar Aswindra pada Qanita. " iya paa , semenjak kepergian Casandra , mama baru lihat Veno tertawa riang , semoga Leysa membawa kebaikan bagi Veno " Ucap Qanita di jawab anggukan oleh Aswindra.
103.8K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 143 Vezes como Santet
Ler
+Biblioteca
Ujung Senja

Ujung Senja

“Santai sajo, Mat. Ngapo lah engkau gugup?” “Tekejut sayo Tengku sampai di sini, memijakkan kaki di gubuk sayo ni.” “Itulah, Mat. Aku nak becakap pasal Asman.” “Asman? Ape hal dengan Asman?" “Asman tu keponakan aku, Mat. Dio ado hati dengan anak engkau. Siapo namonyo anak gadis engkau?” “Herawati, Tengku. Era biasonyo kami panggil dio.”
108.4K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 209 Vezes como Santet
Ler
+Biblioteca
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Cantik, anggun, shalihah. “Mari, silahkan cium tangan suaminya,” ucap Penghulu. Sedikit lagi, Izza akan meraih tangan yang sudah menjadi halal baginya. Tetapi, ia tarik kembali tangannya. Ragu. Izza kembali akan meraihnya, tetapi ditariknya kembali. Para tamu besorak sorai. Menyaksikan adegan pengantin wanita, yang malu dan ragu menyentuh tangan suaminya sendiri.
102.5K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 89 Vezes como Santet
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status