Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Ular biasa tak mungkin seperti ini. “Dia cuma mau ke sungai, Reza,” ucap si bapak sambil menangis. “Tapi dia lihat... ular sebesar pohon kelapa. Mata merah, lidahnya bercabang seperti api...” Reza merinding. Ki Harjo mengangguk, “Itu bukan ular biasa. Itu pertanda... siluman pengawal gerbang sudah mulai muncul.”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai cerita pesugihan ular
Baca
+Pustaka
Pesugihan Tumbal Nyai

Pesugihan Tumbal Nyai

Tubuhku ambruk ke bawah dengan tangisan yang kian menjadi menyaksikan peristiwa mengerikan yang tak pernah terbayang sedikit pun. Tusukan itu terhenti. Namun, dengan perlahan kepala Ibu mulai berputar ke arahku. Mataku terbelalak menyaksikan wajah Ibu di penuhi sisik ular dengan iris mata berwarna putih. Ibu menyeringai, tawanya pun menggelegar. "Ibu ...!" *** "Astagfirullah hal Adzim." Kulafalkan kalimat istigfar beberapa kali.
48.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai cerita pesugihan ular
Baca
+Pustaka
Seserahan Kebo Gerang

Seserahan Kebo Gerang

Penyakit yang diderita bukanlah dari orang lain, tetapi dari perjanjian jahat yang dibuat oleh nenek dari Pak Purnomo sendiri. Abi sudah beberapa kali mencoba bicara, tetapi neneknya masih enggan untuk jujur. Abi hanya bisa membantu mengambil ulat ulat yang menggeliat di sekujur tubuh Muslimah terutama bagian kepala. Ia tidak mau membongkar hal itu kepada keluarga Pak Purnomo. "Gatel banget, Pak Abi, " keluh Muslimah. "Tahan, " ujar Abi. Ia pun berkomat kamit merapal doa. Semakin ia berdoa, ulat ulat itu makin banyak dan berjatuhan tiap kali Muslimah menggaruk kepalanya.
563 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai cerita pesugihan ular
Baca
+Pustaka
Pesugihan Genderuwo

Pesugihan Genderuwo

"Iya, karma. Kalau tamak dan mau menang sendiri, ya akhirnya begini. Aku denger-denger, ladangnya juga angker. Siapa yang mau beli?" Pria pertama terkekeh, matanya berkilat penuh kepuasan. "Bukan cuma soal ladang. Dulu kan katanya dia pesugihan, makanya sukses cepat. Sekarang semua berbalik. Dengar-dengar, setiap kejadian aneh di desa kita juga gara-gara ulah dia."
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai cerita pesugihan ular
Baca
+Pustaka
Misteri Ular Xaver

Misteri Ular Xaver

Tubuh ibu mulai berbuih di tempat yang terkena belerang. Dia kesakitan dan berguling-guling di lantai Tante Julia datang tepat waktu, dia mengeluarkan tengkorak kecil berwarna cokelat dari kantongnya dan mulai membacakan mantra sambil mengarahkan tengkorak itu ke patung ular. Patung ular itu mengeluarkan asap dan menyebarkan bau amis yang menyengat di udara.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai cerita pesugihan ular
Baca
+Pustaka
BABI NGEPET di Kampungku

BABI NGEPET di Kampungku

Keluarga berduka telah usai dengan acara tahlilannya. Pak Badrun dan Bian membawa nasi berkat sepulang dari rumah Pak Zakaria. Cerita mengerikan itu kembali terceritakan. Bulu kuduk Bian seketika mengembang. Tiara yang duduk di hadapan televisi tabung yang volumenya dikecilkan itu tak bersuara, hanya menyimak sembari menekuk dua kakinya yang diselimuti sarung batik merah ati milik ibunya. Di samping Tiara ada sang ibu yang juga ikut menyimak, sementara dua lelaki di kursi saling menceritakan hal mistis yang kini menjadi trending di desa Tiara, yaitu siluman babi ngepet.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai cerita pesugihan ular
Baca
+Pustaka
Pakde sang Penakluk

Pakde sang Penakluk

Siluman ular sanca mendesis keras. Mulutnya terbuka lebar memamerkan taring melengkung meneteskan bisa hitam. Racun gaib menetes mengenai meja kayu reyot Sugiono, langsung membakar papan hingga bolong berlubang mengeluarkan asap berbau busuk. Ular gaib melesat secepat kilat menargetkan leher Sugiono. Gerakannya sangat cepat menyambar.
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai cerita pesugihan ular
Baca
+Pustaka
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Tadi, Kiat Seng kecipratan pujiannya. Bahkan utusan negara lain yang ada di Balairung besoknya akan memberikan hadiah. Tapi ia tidak tahu bahwa ia sedang memelihara ular di kakinya. BERSAMBUNG... Hai, guys! Gimana? Drop komentar ya! Vote biar Kiat Seng makin sengsara! 🐉❄️🐕
411 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai cerita pesugihan ular
Baca
+Pustaka
Legenda Siluman Ular Wei Lichun

Legenda Siluman Ular Wei Lichun

Matanya yang hitam kini berkilat berbahaya di balik bayangan kerudung. Sang pendongeng membuka kipas lipatnya dengan sentakan dramatis, lalu mulai berjalan mondar-mandir di atas panggung. "Seribu tahun yang lalu, wilayah barat ini bukanlah tanah yang aman seperti sekarang. Tempat ini adalah neraka kediaman klan monster ular putih yang kejam! Mereka adalah iblis melata yang memangsa bayi-bayi manusia, menyebarkan wabah racun hijau melalui aliran sungai, dan menuntut persembahan gadis perawan setiap bulan purnama!" "Benar! Monster-monster itu pantas mati!" sahut salah seorang penonton tua sambil meneguk araknya, diikuti oleh anggukan setuju dari orang-orang di sekitarnya.
339 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai cerita pesugihan ular
Baca
+Pustaka
Kesandung Cinta Si Ulat Buku

Kesandung Cinta Si Ulat Buku

Peninggalannya meliputi dolmen, punden berundak, dan arca. Buk pipit menjelaskan secara detail, setelah itu ia menyuruh Esty agar keliling lapangan sebanyak satu kali. sebagai konsekuensi karena tidak menyimak dalam pembelajaran. "Esty apakah kamu sudah paham?" "Sudah bu"
453 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai cerita pesugihan ular
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status