Pertemuan legendaris antara Xu Xian dan Bai Suzhen selalu membuatku merinding setiap kali mengingatnya. Dalam cerita 'Legenda Ular Putih', mereka pertama kali bertemu di dekat Jembatan Duanqiao di Hangzhou, sebuah tempat yang kini menjadi simbol cinta abadi. Aku membayangkan bagaimana Xu Xian, seorang tabib muda yang polos, terpesona oleh keanggunan Bai Suzhen yang sedang berteduh dari hujan. Adegan ini sering digambarkan dengan latar belakang danau yang tenang dan bunga teratai yang mekar, menciptakan atmosfer magis yang sempurna untuk awal kisah mereka.
Yang menarik, versi berbeda dari cerita ini kadang menambahkan detail seperti payung merah yang dipinjamkan Xu Xian atau dialog penuh keraguan dari Qing Snake. Tapi intinya tetap sama: momen sederhana di bawah rintik hujan itu mengubah takdir dua makhluk dari dunia yang berbeda. Aku selalu terkesan bagaimana cerita rakyat Tionghoa bisa mengubah latar tempat biasa menjadi panggung keajaiban.