Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO
Oleh karena itu, Kanaya sangat menjaga kelangsungan beasiswa yang ia dapatkan dengan susah payah.
Sampai di kampus, Kanaya langsung menuju ke kantor Profesor Zaky.
"Kanaya!"
Belum juga sampai ke kantor dosen pembimbingnya itu, Professor Zaky sudah memanggilnya di selasar bangunan kampus. Rupanya profesor itu baru saja selesai memberikan kuliah.
"Prof," sapa Kanaya pada pria berkaca mata berusia tiga puluh lima tahun itu.
"Sudah lama tidak bertemu, Kanaya. Bagaimana keadaanmu?" Professor Zaky menatap Kanaya dengan mata berbinar-binar dan bibir tersenyum lebar.