PERSETAN!
sahut ibu cepat, tidak ingin memperpanjang masalah.
Setelah mas Naren duduk di ruang tamu, ibu mencoba berbasa-basi. “Nak Naren, apa khabar?”
Kembali mas Naren memperlihatkan sikap yang tidak sopan. Bukannya menjawab pertanyaan ibu, dia malah bilang, “Saya mau jemput Indri, bu, kami sudah janji.”
Mas Pras yang terus mengawasi kami berdecak. “Ck..ck..ck… luar biasa suamimu, Ndri, entah kamu dapat dari mana zombie ini!”
Hot Chapters