Terjerat di Hati yang Salah
“Harusnya kan dua hari lagi–––“ Mentari menjawab pelan.
Maheswara memberikan sebuah kertas peraturan baru, yang mana ini sudah dijalankan selama hari ini. Di sana tertulis juga bahwa laporan keuangan harus diserahkan hari ini.
“Sejak kapan ini dibuat? Masa aku tidak tahu, sih. Aduh, bagaimana ini?” pikir Mentari menggerutu dalam hati.
“Sudah selesai baca, ‘kan? Dari raut wajah kamu yang begitu, sih, sepertinya sudah.”
“Ehm –––“
“Jadi, siapa yang salah?”
“Saya ….”
“Nah, kamu tahu, ‘kan kalau setiap karyawan saya perlakukan sama.”
Hot Chapters