Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
NODA MERAH PERKAWINAN

NODA MERAH PERKAWINAN

susie khrusni
1 tahun pernikahan terasa di neraka, merasa tertekan dan merasa bersalah kepada suamiku. peristiwa ini terjadi berawal di saat malam pertama kami. aku tidak mengeluarkan darah keperawan, kejadian ini menjadi cemoohan untukku. dikeheningan malam, dikamar yang penuh dengan hiasan indah dengan remang keromantisan, ku lihat sorot tatapan nanar suamiku seolah menyudutkanku, menyakitiku walau bibirnya tidak mengeluarkan sepatah kata kepadaku. peristiwa ini membuat hubungan kami menjadi berubah 180 derajat dari sebelumnya romantis, seakan menjadi dingin sedingin salju. suamiku seolah membisu dan berubah menjadi dingin ucapannya kadang menyayat hatiku. hari demi hari, aku lalui dengan menyalahkan tuhan dan takdirku. ditambah selama pernikahan aku tak kunjung hamil, karna tak pernah disentuh suamiku. sungguh aku perempuan yang tidak sempurna dimata suamiku. setelah menjalani pernikahan ink, dengan keadaan yang aku alami. tak disangka suami ku bermain curang dibelakangku. batin terasa tersiksa, dikala mencintai seorang suami dengan tulus dan iklas menjadi seorang istri yang penurut, menyiapkan segala keperluannya dirumah, meninggalkan karir untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. tapi ternyata, suamiku menghianatiku. setelah lama ku pendam rasa sakitku ini, akhirnya malam itu hatiku meledak saat aku tahu suamiku berkhianat di belakangku. ku curahkan semua api kemarahanku di hadapannya, sudah tak terbendung dada terasa sesak, mata terasa panas air mata tak henti mengalir dipipiku. hati terasa remuk redam mengetahui kenyataan pahit bahwa suamiku tak lagi mencintaiku karena kejadian malam pertama itu. dia seakan menuduhku bukan perempuan baik, dan menipunya. sampai hati suamiku menghianati cintaku, sedangkan aku sebelum menikah tak pernah disentuh siapapun selain dirinya sendiri. terpuruk hanya karena takdir menciptakanku tanpa selaput dara, tanpa keturunan, dan dikhianati.
101.9K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 49 fois en tant que puisi hatiku selembar daun
Read
+Librairie
Manis di Bibir, Pahit di Takdir

Manis di Bibir, Pahit di Takdir

Devan Atmadja, pria yang katanya mencintaiku sepenuh hati. Di mata orang lain, dia adalah suami teladan… pria idaman. Namun, dia telah mengkhianatiku tiga kali. Pertama kali, tiga tahun lalu. Sahabatnya, Dion Prasetya, meninggal demi menyelamatkannya. Devan menyembunyikan semuanya dariku, lalu diam-diam menikah dengan pacar Dion, Keira Maheswari. Hatiku saat itu hancur. Aku sudah bersiap pergi. Namun, malam itu juga, dia mengirim wanita itu ke luar negeri, lalu berlutut di hadapanku, memohon dengan penuh kesedihan. “Viona… Dion mati demi aku. Aku harus menjaga istrinya. Surat nikah itu hanya jaminan untuk Keira. Setelah membalaskan dendam Dion, aku akan menceraikannya. Satu-satunya wanita yang kucintai… hanya kamu!” Dan bodohnya… aku memaafkannya. Setahun kemudian, Devan justru mengumumkan status Keira sebagai nyonya besar keluarga di depan semua media. Dia kembali memberiku penjelasan. “Keira adalah putri tunggal Keluarga mafia Maheswari. Pernikahan ini adalah bentuk aliansi demi membalas dendam untuk Dion! Kami sudah sepakat, setelah semua selesai, aku akan menceraikannya… lalu menikahimu!” Lagi-lagi aku percaya padanya. Kemudian setahun lalu, di sebuah pesta, Devan dijebak dan menghabiskan malam bersama Keira. Dia menutupinya dariku. Sampai dua minggu lalu, ketika aku melihatnya sendiri, dia menemani wanita itu melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit. Dengan tatapan yang tak sanggup bertemu denganku, dia berbisik, “Viona, ini cuma kecelakaan. Setelah dia melahirkan, aku akan mengirimnya pergi. Anaknya akan diasuh orang tuaku, dan seumur hidup mereka tak akan pernah muncul di hadapanmu.” Dengan dalih cinta, Devan membuatku terus mengalah. Tapi hari ini… aku sadar. Tak ada lagi masa depan untuk kami. Sudah saatnya… aku pergi.
7.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 180 fois en tant que puisi hatiku selembar daun
Read
+Librairie
PASIEN NOMOR SEMBILAN

PASIEN NOMOR SEMBILAN

Ris Manice
Ini adalah cerita tentang pasien nomor sembilan yang datang padaku murni sebagai pesakitan. Allsya, remaja yang terlahir dari keluarga berada tapi tak bisa menikmati bahagia. Ditempa oleh keadaan yang memaksanya untuk dewasa sebelum waktunya. Diusianya yang masih belia ia mencari tentang keadilan, perbedaan laki-laki dan perempuan, dan pembedaan perlakuan. Ketika di penghujung SMP--masa sibuknya ujian, berhasil menemukan jawaban. Patriarki. Selain dari buku yang dibacanya, ia juga mendapatkan pemahaman dari Ersya--mahasiswa yang sedang KKN di desanya. Menjalin kedekatan. Mengajari banyak hal setiap malam, berbagi perhatian, dan juga memberi perlindungan layaknya sepasang kakak-beradik. Tiga bulan sudah, tiba masanya Ersya harus pulang. Tugasnya telah usai dan harus kembali menyelesaikan studynya di kota asal. Tentu saja Allsya tak baik-baik saja setelah perpisahan. Terciptanya kebersamaan membuatnya merasa kehilangan. Terlebih ketika mimpinya dipaksa mati oleh sang ayah dengan jeratan sebuah perjodohan. Ketika ia datang padaku memberanikan diri bercerita tentang sekelumit hidupnya sebagai upaya penyembuhan diri, maka mata hatiku merubah cara pandang tentangnya. Menebas segala prasangka yang sempat tercipta karena kesaksianku yang tidak utuh. Keputusannya datang padaku adalah momentum terbaik untuk melengkapi bagian rumpang yang sering mengundang pikiran yang bukan-bukan serta kesimpulan tanpa rujukan. Namun secara tidak langsung ia mengajakku bermain-main dalam labirinnya. Bahkan bukan lagi bersifat ajakan melainkan paksaan karena ini menyangkut tanggung jawab profesi. Baiklah, dengan bantuan diary sebagai saksi bisu sang pemiliknya yang dibiarkan aku baca, kesaksian seorang lelaki yang sangat kupuja, serta mataku sendiri yang menyaksikan beberapa bagian hidupnya, aku susun benang merah dari hidup seorang pasien nomor sembilan. Silahkan, saksikan saja kinerjaku ini!
102.4K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 87 fois en tant que puisi hatiku selembar daun
Read
+Librairie
Iris Hitam Yang Terbakar

Iris Hitam Yang Terbakar

"Lepaskan pakaianmu. Buka lebar kakimu." "... Apa? Kenapa?" Suara itu memecah keheningan, dan jantungku berdebar kencang. Aku langsung refleks menutupi perutku. Itu adalah ulang tahun pertama pernikahanku dengan Alex, Sang Ketua Mafia Keluarga Riswaga. Aku sedang hamil dan ingin memberinya kejutan. Tetapi sekretarisnya yang bernama Lila, malah menutup mataku dan membawaku ke tempat yang asing ini. "Nyonya, berhentilah bersikap seperti korban. Merayu pria itu memang keahlianmu, bukan?" "Malam ini, di rumah lelang ilegal ini, kau akan menjadi barang terakhir yang dilelang." Rasa dingin menjalar di punggungku, dan suaraku pun bergetar. "Apa kau gila? Aku Nyonya Keluarga Riswaga dan aku sedang mengandung pewaris keluarga ini! Alex akan membunuhmu ...." Lila mencibir dan melepas penutup mataku. Cahaya yang menyilaukan menyinari diriku. Aku menyipitkan mata, dan perlahan, seorang pria yang duduk di bagian VIP mulai terlihat .... Itu Alex! Aku menatapnya tak percaya saat dia perlahan mematikan cerutu di tangannya. "Hamil? Anak haram siapa yang kau kandung itu?" "Ini anakmu!" teriakku. "Pembohong!" Dia mengangkat tangan, dan sebuah laporan dilemparkan ke arah kakiku. Huruf tebal bertuliskan: Kemungkinan hubungan darah: 0%, seakan membakar perih mataku. Dia lalu mendekat dan mencengkeram daguku. "Lila benar. Wanita sepertimu itu busuk sampai ke akar-akarnya." "Cintaku tak pernah cukup untuk memuaskan keserakahanmu." "Dan aku, Alex, tak akan pernah sudi membesarkan anak haram pria lain!" Kemudian hari, dia akhirnya mengetahui anak itu adalah darah dagingnya sendiri. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu begitu tenang, angkuh, dan terkendali itu berlutut di hadapanku dengan suara bergetar. "Celia, aku mohon padamu ... meskipun kau tak bisa memaafkanku, kumohon, izinkan aku menebus kesalahanku." Namun ... hatiku sudah tak merasakan apa pun lagi untuknya.
3.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 84 fois en tant que puisi hatiku selembar daun
Read
+Librairie
Bukan Mauku Menjomlo

Bukan Mauku Menjomlo

Blurb Kenapa, sih, wanita kalau sudah di atas 30 tahun dan belum menikah, disebut perawan tua? Tidak laku? Dan berbagai titel lainnya. Tidak itu di kota atau pun desa. Selalu saja hal itu menjadi gunjingan para kawan, sanak saudara, juga para tetangga. Seakan status jomlo adalah aib besar yang sangat memalukan. Ada apa sebenarnya dengan sugesti orang-orang tentang status jomlo? Padahal jomlo itu kan tidak merugikan siapa pun. Mereka bukan virus, bukan pula kutukan. Jadi tidak perlu dipermasalahkan. Seperti halnya aku. Aku Hasmi Azzahra. Seorang perawat di sebuah rumah sakit, yang kini berusia 32 tahun dan aku seorang jomlo! Sebenarnya, bukan mauku masih menjomlo seperti ini di usiaku yang sudah tidak muda lagi. Pengalaman buruk tentang lelaki berengsek di masa lalulah yang membuat aku seperti ini. Bukan aku trauma. Aku hanya ingin lebih seleksi lagi dalam memilih pasangan, karena aku tidak ingin kecewa kembali. Untuk memilih pasangan, aku tidak mungkin asal tunjuk, dan asal pilih mumpung ada yang mau, iya, kan? Karena menikah itu perkara panjang yang punya banyak poin untuk dipikirkan dan dipertimbangkan. Pokoknya aku tidak mau sampai salah pilih lagi! Jadi … tolong dimengerti, ya? Jomlo itu bukan aib, kok. Meski aku tidak tahu sampai kapan harus menjomlo seperti ini? Aku hanya bisa menunggu jodohku datang saja. Sekalipun, sebenarnya ada seorang pria yang sering membuatku galau tingkat dewa. Tapi, sikap datarnya membuatku kesulitan menebak isi hatinya. Hatiku semriwing saat dia melirikku. Namun, tensi darahku pun selalu naik tiap kali berinteraksi dengannya. Dia sangat menyebalkan! Namun, juga selalu aku rindukan. Jadi, haruskah aku mengejarnya? Atau cari pria yang lain saja, yang bisa memberiku kepastian. Yang mana, yang harus aku pilih untuk mengakhiri kejomloan ini?
9.8126.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 2.9K fois en tant que puisi hatiku selembar daun
Afficher les avis (34)
Read
+Librairie
D_Van
Astaganaga dragon ,maaf Amih padahaL dah dikasih Warning kaLo manggiL jan ada EmbeL Kak,mak,ibu,ama Teteh cukup Amih aja yg artinya Ibu,karena bakaLan Aneh kaLo ada EmbeL2 Kak di samping Amih. dek uLasanQ sebeLumnya MaLah Lupa intinya Cerita Amih LiLis g ada Yg mengecewakan,,KEREN semua (´∀`)♡
poulina naisangi
karakter ceritanya konyol, dimana karakter hasminya itu gamau di ghosting tapi tingkat kepekaannya lebih rendah dari dokter karina yg kadar kepekaannya rendah, setiap baca slalu dibikin ketawa guling" dan slalu menanti cerita season 2 nya ...
Lire tous les avis
BENIH MAFIA MUDA

BENIH MAFIA MUDA

Bang JM
Tidak ada keangkuhan dan kegarangan seorang Jack Lee lagi dalam menapaki bisnis barang haram disepanjang hidupnya . Jack semakin hari terjerat dalam rasa bersalahnya. Dan itu berimbas pada semuanya. Berawal dari malam naas itu. Disaksikan para dewa-dewi dimana ia menuntaskan sakit hatinya pada sang kekasih yang telah membohonginya. Perempuan yang telah ia hancurkan malam itu ternyata adalah salah sasaran. Jack menaburkan benih pada rahim perempuan asing. Enam tahun kemudian. Waktu berjalan begitu cepat. Tapi tidak bagi seorang Jack! Seorang mafia muda yang sangat ditakuti di China. Pada akhirnya . Para dewa menyaksikan dimana bocah kecil mampu mengembalikan senyumnya yang tak lagi pernah tersungging. Saat Jack dipertemukan pada situasi tak pernah diduga. Jack menyadari jika wajah bocah kecil itu begitu mirip dengannya! Lebih tepatnya Bapaknya yang seorang mafia. Beliau telah tiada, meninggalkan banyak misteri, pada akhirnya akan terungkap. Atas kesalahannya tersebut. "Berikan maafmu padaku, maka aku akan memberikan satu ginjalku untukmu. Bila itu kurang, aku memberikan hatiku sekaligus. Nona , aku berjanji akan memberikan seluruh hidupku untukmu. Aku tidak seperti yang kau lihat ...." "Nyawamu sekalipun, tidak akan membuat rasa benciku padamu menghilang Tuan! Pergi dari hadapanku! Aku membencimu pada setiap detak napas ku! Camkan ! Dan itu untuk selamanya! Bahkan hingga aku mati, kemudian reinkarnasi sekalipun! Kebencianku atas perbuatanmu masih berlanjut pada kehidupan mendatang!! Enyak dari pandanganku!!" tunjuk wanita itu. "Tapi dia anak ku!" "Dia anakku! Dia anakku! Dan kau, tidak punya hak secuil pun atas dirinya!" Bisakah seorang Jack Lee mendapatkan maaf ? Kemudian bersama, memeluk bocah laki-laki dari benih yang ia semai pada rahim perempuan yang disebut pelacur itu? Bisakah Jack? Demi untuk itu! Seorang anak laki-laki yang membutuhkan pertolongan darinya? "Dia perempuan baik-baik! Kukatakan sekali lagi! Dia bukan pelacur! Jika ada yang berani mengatakan itu, maka ku pastikan kepalanya akan terpenggal dengan tanganku ini!!" Jack berkelakar, seraya mengacungkan tangannya. _____ Next BENIH MAFIA MUDA.
107.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 261 fois en tant que puisi hatiku selembar daun
Read
+Librairie
Bukan Aku Orangnya

Bukan Aku Orangnya

      Aku tidak pernah menyangka akan berada di titik ini. Menikah dan menjalani rumah tangga tanpa adanya rasa cinta di dalamnya. Pernikahan yang kujalani karena dijodohkan oleh wanita yang katanya melahirkanku. Wanita yang selalu memperlakukanku layaknya robot dan dia yang memegang kendalinya.  Seperti aku yang masih berusaha melepas rasa untuk seseorang yang sekarang entah dimana,  begitu juga dengan Mas Zayn, suamiku, yang tak pernah kurasakan kehangatan cintanya. Awalnya kukira, aku tidak merasakan cinta itu karena hatiku yang masih dibelenggu masa lalu. Namun, ternyata aku salah. Aku tidak merasakan cinta itu bukan karena diriku, melainkan karena memang dia tidak mencintaiku.  Malam itu aku mendapati Mas Zayn  menangis sambil memandangi sebuah foto yang aku tak tau itu siapa. Hingga aku bertekad mencari tahu segalanya. Satu persatu kenyataan mulai terungkap, dan aku sempat menyalahkan diri sendiri. Ada keinginan untuk menyerah, tetapi …apa dayaku? Aku tak bisa mengambil keputusan besar itu, jika dia si Pemegang Remot tak memberi izin untuk robotnya ini. Rasa panas menjalar di pipiku ketika lima jari mendarat indah di sana. Gesekannya meninggalkan bekas merah, sama persis dengan apa yang dulu kurasakan setiap kali menyebutkan keinginanku. “Jangan bikin malu keluarga!” Teriaknya kala itu. “Kamu kira menjadi janda itu menyenangkan? Kalau kamu cerai sama Zayn, siapa yang bakal membiayai kehidupan kita, ha? Siapa yang akan membiayai kuliah dan sekolah adik-adikmu?” Tatapannya nyalang, mengunci pergerakanku. Dadanya naik turun bersamaan dengan mengetatnya rahang membuat nyaliku ciut seketika. Dia, wanita yang kupanggil Ibu itu tak pernah berubah, dan aku tahu seperti apapun aku berusaha baginya aku tak seberharga itu. Aku tak akan diberi celah sedikit pun. Lalu aku harus apa? Bertahan membuatku semakin terluka. Tuhan … sebegitu buruknya kah aku, sampai aku tak pernah layak dicintai? Aku hanya ingin bahagia, meski tak ada yang menaruh cintanya untukku. Apa itu mungkin?
10326 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 9 fois en tant que puisi hatiku selembar daun
Read
+Librairie
Cinta Sejati Seorang Miliarder

Cinta Sejati Seorang Miliarder

"Halo, sobat .... Gimana kabarmu?" jawab Ronald saat dia mengangkat telepon. "Tolong! Aku nggak tahan lagi." Carissa terengah-engah, suaranya terdengar serak. "Sobat, ada apa? Kamu di mana sekarang? Aku jemput ya!" kata Ronald, mulai panik. Suara Carissa semakin tak karuan sambil menangis. "Aku di taman ... tolong, kamu harus datang .... Aku nggak bisa gini terus .... Dia mutusin aku .... Hatiku sakit banget! Sakit ...." Setiap kata terdengar gemetar, seakan hanya bicara saja sudah tidak ada tenaga lagi. "Taman yang mana? Tunggu aku, bertahanlah. Jangan mikir macem-macem. Aku janji bakal ada di sisimu. Kirim lokasimu ya?" Suara Ronald pun ikut gemetar. Hening. Cuma ada suara isak tangis tertahan dari seberang telepon. "Halo? Kamu dengar aku? Tolong kirim lokasi kamu biar aku bisa cari," pintanya, rasa takut mulai mencengkram perasaannya. Dia tahu Carissa sedang tak bisa berpikir jernih dan bisa saja nekat melakukan hal bodoh. "Carissa, ayolah. Kasih tahu aja kamu di mana. Aku sudah jalan, sudah di mobil," kata Ronald lagi, suara mesin mobil terdengar keras di latar belakang. Setelah beberapa detik yang terasa lama banget, HP-nya bergetar. Lokasi Carissa masuk ke HP-nya. Dia langsung tancap gas tanpa pikir panjang. Ban mobil berdecit kencang waktu dia ngebut di jalanan. Saat akhirnya sampai di taman, Ronald melihat Carissa duduk di bangku, kepala menunduk, bahunya gemetar. Ronald langsung lari menghampiri dan mengangkat dagu Carissa pelan-pelan. Dia kaget. Wajah Carissa pucat pasi, mata tertutup, air mata sudah mengering di pipi, dan mukanya terlihat kesakitan. Ronald tarik Carissa ke dalam pelukannya. Untuk beberapa saat, Carissa diam, lalu badannya jadi lemas. Tangannya terkulai di sisi tubuh. Panik langsung menyerbu Ronald. Carissa pingsan. Ronald langsung menggendong Carissa, membawanya ke mobil, dan menidurkannya di kursi belakang. Dia lalu banting pintu, nyalakan mesin, dan langsung ngebut ke rumah sakit.
10621 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 15 fois en tant que puisi hatiku selembar daun
Read
+Librairie
Dernier
1
...
222324252627
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status