Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Dibawah sebuah pohon yang teduh Beralaskan rerumputan hijau Hiasan air mata yang menetes Dan suara hati yang menangis Hening... Tak ada seorang pun di sana Hanya suara pepohonan Yang terhempas oleh angin yang segera berlalu Hanya nyanyian burung Yang terdengar menusuk kalbu Dalam Lamunanku... Aku kembali mengingat dirimu Kembali mengingat senyummu Dan mengingat saat aku bersamamu Namun... Semua itu hanyalah kenangan Yang meninggalkan luka di hati
102.9K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.4K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Semilir angin membawa kabar Pada setiap bulir embun di antara dedaunan. Rindu ini menggema seirama dendang alam kehidupan. Kau bunga yang mewangi tertanam indah di taman hati. Kau nama yang selalu kusenandungkan. Kau wajah yang kulukis di kanvas hatiku Berwarna jingga penghuni jiwa.] Mas Fais ini mau bilang otewe ke sini saja pakai puisi aku jadi ge-er.
10147.1K viewsCompletedAdded to Library 5.9K Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Isinya adalah puisi yang ia tulis sendiri. “Kau bukan datang dari rencana, tapi dari harapan yang tumbuh di luka. Kau bukan jawaban dari tanya, tapi pelukan yang menenangkan semua gundah.” “Kau akan kami panggil dengan nama, Tapi cintamu akan hidup bahkan sebelum suara pertamamu terdengar.” Dinda menahan air mata. Ia menggenggam tangan Rayhan erat-erat. “Kita udah siap, ya?”
88.6K viewsOngoingAdded to Library 224 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Ikhlaskan Hatimu, Aku Pergi!

Ikhlaskan Hatimu, Aku Pergi!

'Sepertinya gadis ini tengah putus cinta! Akila terbangun tatkala matahari pagi menimpa wajahnya melalui celah ventilasi. Gadis ini terkejut saat melihat kamar yang asing, dia melompat dari tempat tidur, matanya terbelalak apalagi saat melihat kaus yang di pakainya. "Apakah aku ternoda? Ini di mana?" Akila mencoba mengingat,-ingat kejadian semalam.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Kata-katanya lebih banyak, tapi lebih tajam dalam diam. Suatu malam, saat hujan turun pelan, Nara menemukan sebuah kertas terlipat rapi di atas meja makan. Tertulis: “Untuk Mama dan Papa, dari Alana.” --- Puisi itu ditulis dengan tangan mungil tapi rapi. Tidak indah secara teknis. Tapi menyayat dalam cara yang tak bisa ditiru siapa pun. --- Judul: Rumah Tanpa Alarm
101.9K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 262 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Ruang hati

Ruang hati

"Pesan apa?gue kan nggak punya nomer WhatsApp Lo?pesan apa yang Lo maksud?" Jeni menatap kayra tajam,seolah tidak percaya kalau kayra tidak tahu tentang pesan yang dia kirim kemarin. "Lo jangan pura pura tidak tahu,kemarin gue sengaja jatuhin selembar kertas dikoridor sekolah,dan Lo sudah memungut kertas itu."ucap jeni. "Gue tahu,Lo pasti udah membaca pesan itu kan?"
103.5K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
KUIKHLASKAN SUAMI MENIKAH LAGI

KUIKHLASKAN SUAMI MENIKAH LAGI

Sekalipun mata terpejam, luka tak pernah mau beranjak Sekalipun bibir mengukir senyum, sesak di dada tak henti membelenggu Aku terluka, tetapi harus menerima Berharap kelak ada buah di balik kesabaranku ~~~ "Istri mas lagi ngapain?" tegur Mas Hanan membuatku segera menyimpan kembali buku itu. Sebuah buku yang selalu menjadi tempat pelarianku selama ini. Di dalamnya berisi banyak puisi sebagai bentuk curahan hati. Jam sudah menunjuk angka sembilan, tetapi aku masih belum mengantuk. Bagaimana bisa sementara hati terus memikirkan omongan Bu Wenda.
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 491 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Musuh Tapi Menikah

Musuh Tapi Menikah

🎸 🎶🎶 🎶 🎶 🎶 Andaikan bintang-bintang terjamah tangan ini kan kupetik ku berikan kepadamu sayang..... Andaikan dada ini terbelah jadi dua kau lihatlah namamu terukir disana.... Dengar suara hati ku lewat dawai gitarku yang kutulis jadi lagu persembahan dariku Trimalah kata cintaku ku tulis jadi puisi ku kirimkan lewat mimpi agar nyenyak tidurmu Walau suaraku tak semerdu di dalam angan-angan mu
1030.9K viewsCompletedAdded to Library 679 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status