Pacar Rahasia Sang Aktor
Dadanya masih berdebar, bukan karena pengakuan itu saja, tapi karena ia tahu, jauh di dasar hatinya, ada sesuatu yang sedang tumbuh—entah harapan atau justru ketakutan.
Ia memejamkan mata sejenak, mencoba mengatur napas dan pikirannya.
"Itu hanya rasa kagum... iya, hanya sebatas itu. Aku hanya... kagum. Siapa yang nggak akan merasa begitu terhadap aktor sebesar dia?" bisiknya pada diri sendiri, seolah kalimat itu adalah mantra pelindung dari gejolak hatinya sendiri.
Namun, semakin ia meyakinkan diri bahwa itu hanyalah kekaguman, semakin hatinya terasa bimbang.
Bab Populer