Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu, Aku Mau Ayah

Ibu, Aku Mau Ayah

Bisikan lembut muncul di hatinya. "Jaga dirimu, hargai dirimu. Berikan yang paling penting yang kamu punya jika pria itu adalah suamimu." Entah bagaimana pesan ibunya, bukan Meity, ibu kandungnya, tiba-tiba mendarat di pikiran Adisti.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai puisi ibu ku
Baca
+Pustaka
Pesona Ibu Susu Anakku

Pesona Ibu Susu Anakku

Jenny memberikan kartu nama Bima ke tangan Budi. "Ibu susu?" Budi mengerutkan keningnya, lalu memperhatikan Jenny dari bawah sampai atas. Rasanya aneh, sebab Jenny tampak masih belia tetapi ingin menjadi ibu susu. "Ibu susu itu menyusui bayi, Nona. Bukan untuk bermain-main." Budi menjelaskan, takutnya Jenny tak paham maksud dari ibu susu itu. "Iya, aku tahu, Pak." Jenny mengangguk cepat.
1075.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai puisi ibu ku
Baca
+Pustaka
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

"Terimakasih. Kamu masih mengingat semuanya dengan sangat baik." Kali ini aku memandangnya dengan tajam. Ingin kusampaikan sebait puisi padanya, tapi lidahku kelu. Tuhan.. Semua ingatan tentangnya Tersusun rapi dalam lobus hatiku Menghujam kuat tak tergoyahkan Aku ingin membakar singgasana hatiku Agar ia tak lagi bertahta di sana Ponselku bergetar. Panggilan masuk dari ibu.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai puisi ibu ku
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Baca Semua Ulasan
Aku Saingan Ibu Mertuaku

Aku Saingan Ibu Mertuaku

Ketika membuka mataku lagi, aku kembali ke hari di mana ibu mertuaku meminta rantai celana dalam dariku. .... Ibu mertuaku senang bersaing dengan orang lain. Jika melihat wanita yang kalah cantik darinya, dia akan mentertawakan mereka dan mengatakan suami mereka akan direbut cepat atau lambat. Jika bertemu wanita yang lebih cantik darinya, dia akan menyebarkan gosip tentang mereka, seperti mereka punya hubungan dengan banyak pria atau sudah sering melakukan aborsi. Baginya, semua wanita adalah musuhnya, bahkan hewan peliharaan di rumah tidak boleh berjenis kelamin betina.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai puisi ibu ku
Baca
+Pustaka
Kasih Ibu, Dosa Ibu

Kasih Ibu, Dosa Ibu

"Ibu ini sadar dan bijaksana. Anak yang dididik dengan cara ini pasti akan sukses setelah dewasa." "Ibu yang terlalu lembut selalu menghasilkan anak manja. Mendidik anak harus keras seperti ibu ini, biar hatinya kuat dan tangguh!" "Hebat sekali. Aku selalu belajar lebih banyak darimu!" Kini setelah putranya meninggal, dia mengganti deskripsi akunnya menjadi "Ibu dari anak yang jatuh dari gedung apartemen XX" dan berpakaian hitam untuk menjual kesedihan di melalui video live.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai puisi ibu ku
Baca
+Pustaka
SUAMIKU KEKASIH IBUKU

SUAMIKU KEKASIH IBUKU

"Kanjsng Ini, keluar. Aku nggak mau dia dengar suara Ibu jika kesini hanya untuk membuat aku tambah bingung." Maheswari mendengus. "Aku ini ibumu!" "Dan dia istriku." Jati mengangkat dagu. "Aku nggak mau pilih kata lagi." Maheswari sempat terpaku sebelum akhirnya berbalik panjang nafas, lalu meninggalkan ruangan. " Nih, minyak kayu putih, balurkan ke kaki dan tengkuknya." Jati menatap punggung ibunya heran. Lalu dengan segera membalurkan minyak kayu putih.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai puisi ibu ku
Baca
+Pustaka
Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku

Kini wanita itu melempar kekesalan kepada suaminya yang hanya terkekeh menatap dari balik kacamatanya yang digunakan hanya saat membaca. "Titip Bre ya, Ma, Galaksi berjuang dulu. Pejuang tanggung Mama sama Papa, mau berper--" "Iya. Ya ampun Galaksi. Lebay, ih!" Ibundanya geleng-geleng lalu terkekeh. ***
1021.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai puisi ibu ku
Baca
+Pustaka
Segalanya untukmu ibu

Segalanya untukmu ibu

"KENAPA KALIAN SEMUA DIEM? ZAHRA TANYA EMANGNYA KENAPA KALAU ZAHRA ANAK HARAM?! Zahra diam sejenak, lalu menggenggam tangan ibunya dengan sayang. Sudah berkali-kali Zahra menahan air matanya agar tidak keluar, sudah berkali-kali ia menghapus air matanya, apalagi dihadapan ibunya sendiri. Zahra memang tidak mau menunjukkan rasa kesedihannya pada ibunya. Tapi kali ini, ia benar-benar sakit hati atas ejekan mereka, sehingga ia menangis di depan ibunya sendiri. "Kalian boleh hina Zahra, tapi jangan ibu Zahra! hiks...." Zahra diam sejenak, ia melihat ibunya yang sedang joget-joget tidak jelas. "Walaupun ibu Zahra udah gak waras, tapi Zahra tetep sayang. Karena apa? KARENA IBU ZAHRA UDAH NGELAHIRI
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai puisi ibu ku
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

“Puisi tentang apa?” Anak itu menatapnya sebentar sebelum menjawab, “Tentang ibu…” Aurelia sempat terdiam. Matanya menatap Caca yang kini mengangguk dengan ekspresi malu-malu. “Soalnya... aku pengin bilang makasih sama Ibu. Tapi, ya... Kak Aurelia aja ya yang aku bayangin.” Deg.
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 984 kali sebagai puisi ibu ku
Baca
+Pustaka
Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

Batinnya. "Ibu, Engkau telah berjuang serta mempertaruhkan nyawa demi melahirkan aku. Tak peduli seberapa besar rasa sakit serta pengorbanan yang harus dilakukan, Engkau tetap menyayangiku dan juga merawatku hingga tumbuh besar. Ibu, kuatkanlah bahumu serta lapangkanlah dadamu agar bisa terus mendukung anakmu. Ibu, Engkaulah Bidadariku!" Isi puisi yang baru saja dibacakan oleh Putri, terasa begitu mengharukan dan berhasil menggetarkan hati kecil Siti. Tanpa sadar air mata kini mulai menggenang di pelupuk mata Siti.
9.3460.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.2K kali sebagai puisi ibu ku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status