Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjadi Istri Rahasia CEO Dingin

Menjadi Istri Rahasia CEO Dingin

“Ayah. Pengorbananmu sangatlah abadi. Bekerja dengan senang hati dan penuh cinta. Tak pernah berkecil hati dan meminta balas jasa. Pagi, siang, malam, engkau selalu tersenyum tanpa henti, tak peduli akan seperti apa hari-hari, engkau selalu mencari nafkah untuk keluarga….” Kembali tepuk tangan riuh. Membahana dan meramaikan suasana. “Puisi ini Qasam tujukan kepada mama dan papa. Terima kasih mama dan papa yang sudah hadir. Terima kasih mama dan papa yang sudah menyayangi Qasam. I Love you…” Suara Qasam membuat Habiba makin bangga.
9.8190.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

sahut Ibu. "Aku pegang kata-katamu, Yuni. Penderitaan yang telah kau ciptakan luar biasa hebat. Beruntung kamu anak yang berhati lembut," lanjut Bude Yani, dia masih geram. "Maafkan aku, Mbak ...." ujar Ibu lirih. Aku memeluk Bude Yani dari belakang. "Bude, beri kesempatan pada Ibu. Ya?"
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

“Aku Ingin, karya Sapardi Djoko Damono Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada,” Suara Garda membuat suasana kelas sunyi senyap, para penghuni kelas memekik dan tersenyum tertahan. “Bagus sekali Garda! Pembacaanmu seperti dari hati! Penjiwaan kamu baik sekali!” puji Bu Sri dan Garda mendapat tepukan dari teman sekelasnya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Rasa Dari Keremajaan

Rasa Dari Keremajaan

Jika dilihat dari penampilannya, wanita itu memakai pakaian kantoran dengan kemeja berwarna putih dan jas berwarna hitam yang rapi dan elegan. Tidak salah lagi bahwa wanita itu adalah guru di sini. Berarti apakah mungkin dia akan menjadi wali kelas di sini? “Nama ibu adalah Annisa Trihapsari, panggil saja sesuka kalian. Tapi jangan lupa sopan dan santun kalian harus kalian jaga. Ibu adalah guru matematika di sekolah ini, dan tahun pertama kalian ibu yang akan pegang, jadi jika ada pertanyaan, tanyakan saja kepada ibu. Jadi, ibu harap kalian bisa merasakan masa SMA di sekolah ini.”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
My Boyfriend

My Boyfriend

Terlihat seorang guru sedang berjalan memasuki ruang kelas. “Pagi anak-anak, perkenalkan saya sebagai Ibu guru dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Disini saya sudah mengajar kurang lebih 2 tahun ya, memang masih terbilang cukup baru. Hari ini tidak ada mata pelajaran, tetapi Ibu ingin kalian memperkenalkan diri.” Ujar Bu guru.
9.810.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Pagi: “Menulis Puisi Kehilangan” Sesi pagi ini dipandu oleh Mbak Nisa, seorang penyair yang juga pernah mengalami kehilangan mendalam. Ia meminta semua peserta menulis puisi tentang orang yang telah pergi—bukan untuk meratapi, tetapi untuk merayakan cinta yang pernah ada. Anya menulis perlahan, kata demi kata. Puisinya sederhana, tapi penuh kejujuran: Aku pernah menunggumu pulang,
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

ujar Suamiku. "Iya Pa, semoga Ibu Leni selalu sehat dan panjang umur, betapa banyaknya kebaikan mereka buat kita. Buat Mama pribadi, semua Guru tetap Mama hormati, karena jasa-jasa mereka. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa," kedua netraku tiba-tiba mengalir air bening. "Iya Ma. Terkadang yang merusak citra seorang Guru adalah oknum-oknum yang tak bertanggung jawab," sahut Suamiku dengan diiringi hempasan nafasnya.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Assalamualaikum, Ex-Husband!

Assalamualaikum, Ex-Husband!

tiba-tiba wajah Biru tampak menahan rasa geli, dia melirik penuh arti Ibu yang sedari tadi mengawasi kami. “Aku pernah bikin puisi saat SD dulu, judulnya Langit Biru,” jawabku begitu saja. Tak begitu menghiraukan bagaimana reaksi Biru tadi. “Oh, begitu. Aku jadi tersanjung,” katanya, “berarti namaku menginspirasi.” “Iya, mungkin ya Nak Biru. Biasanya kalau orang nulis itu kan sesuai alam bawah sadar. Seperti Jani ini,” Ibu tiba-tiba mencolek lenganku, tersenyum begitu lebar.
1020.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Ibu, Aku Mau Ayah

Ibu, Aku Mau Ayah

Tapi hati gadis kecil itu lega, ibunya tidak marah padanya. Ibu Kepala tersenyum manis pada Adisti dan Felicia. "Cia, ingat yang Ibu pesan tadi?" Ibu Kepala memandang Felicia. "Iya, Bu. Aku ingat." Felicia mengangguk. "Bisa Cia kembali ke kelas, ya? Ibu mau bicara dengan ibu Cia," kata Ibu Kepala. "Iya." Felicia berdiri lalu berjalan meninggalkan ruangan itu. Guru kelas Felicia sudah menunggu di depan pintu.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

POV Guntur [Gun, Minggu depan kamu gajian' kan? Ibu minta kamu buat beliin mesin suci, ibu sudah tua sudah gak kuat kalo nyuci pake tangan, di tambah lagi Rosi, istrinya Yoga, kan kamu tahu sendiri dia lagi hamil, kasihan kalo bekerja yang berat-berat] Satu pesan masuk yang dikirim oleh ibu beberapa waktu lalu.
9.4124.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status