Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Bandung, pusat Pajajaran Eling, bersinar dalam warna jingga dan emas, warna dari rasa dan waktu. Suatu sore, Larisa berdiri di jembatan batu yang melintasi sungai jernih. Ia memandangi pantulan dirinya di air, lalu tersenyum kecil. “Juna…” bisiknya pelan. “Dunia ini… benar-benar hidup seperti yang kau janjikan.” Angin berhembus lembut, membawa aroma dupa dan daun Layung dari arah utara. Suara lembut terdengar di udara,
101.5K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as puisi senja di pelabuhan kecil
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

ELEGI SENJA Perih itu Menembus benteng-benteng kulit ari Hingga lebur pada jangat kulit diri Pedih itu Tak lagi mampu meracun hati Karena pedih terlanjur abadi Tangis ini Bukan lagi mengalir sepi Tapi mendarah memanas hakiki Senja kala itu menjadi saksi Kabar duka mendera Menjadi titik di mana kau tak berbalik Melebur satu bersama ombak Menjadi buih di tengah lautan tanpa tepi Sesal bergulung mengundang hujan
106.1K viewsCompletedAdded to Library 227 Times as puisi senja di pelabuhan kecil
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Kali ini ia benar-benar percaya. Malam itu, rumah terasa berbeda. Bukan lebih ramai, bukan lebih sunyi—hanya lebih luas, seperti dindingnya sedikit mundur. Lio datang membawa buku kecil. “Aku bikin ini,” katanya. Di dalamnya ada gambar kota, jembatan, papan emosi kecil, dan tulisan di halaman terakhir: “Kalau aku lupa caranya ngerasa, aku buka ini.”
1.9K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as puisi senja di pelabuhan kecil
Read
+Library
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

berkali-kali. Hatinya sakit sampai mati rasa, justru tidak lagi terasa sakit. Menjelang senja, mereka tiba di depan bianglala. Petugas tersenyum kepada Vandero dan Sylvaria. "Kalian berdua sangat serasi! Katanya kalau pasangan suami istri berciuman di titik tertinggi bianglala, mereka nggak akan pernah berpisah seumur hidup!"
7.7K viewsCompletedAdded to Library 278 Times as puisi senja di pelabuhan kecil
Read
+Library
Tuan Dingin & Nyonya Luka

Tuan Dingin & Nyonya Luka

‘Aku berharap ada keajaiban’ gumamnya dalam hati. Mentari senja menyapu langit Ancol dengan semburat jingga yang menggantung lesu, seakan melukis kanvas alam dengan perasaan yang penuh ketegangan. Ombak berdebur, datang dan pergi, seperti hati Jifanya yang tak tenang. Angin laut berhembus lembut, menebar aroma asin yang bercampur getir, seperti nasib yang tengah dipikulnya.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as puisi senja di pelabuhan kecil
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

LOKASI: PELABUHAN - PAGI HARI STATUS WAKTU: BERJALAN MENUJU TUJUAN Angin pagi yang segar menyapu wajah Adrian, mengusir kegelapan malam yang masih menyelimuti pikirannya. Di pelabuhan yang sepi ini, hanya ada suara ombak yang menghantam dermaga dan deru mesin kapal yang berlalu-lalang. Meskipun dunia terasa seperti berputar di luar kendalinya, Adrian merasakan keheningan yang dalam di dalam dirinya. Ia tahu bahwa ini adalah titik balik. Sebuah tempat di mana ia harus menentukan arah baru dalam hidupnya.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as puisi senja di pelabuhan kecil
Read
+Library
BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

Mereklasasi fikiran yang sedang sangat tertekan dengan beban penderitaan yang seakan tidak pernah berkesudahan. Senja telah datang. Aku dan Naya duduk di bangku menikmati senja di tepi pantai. Senja itu memang indah, semburat indah di ufuk barat. Menandakan bahwa sebentar lagi siang akan berganti malam dan gelap pun akan datang. Aku sangat menikmati saat-saat seperti ini, senja di tepi pantai. Saat ku lihat para nelayan sibuk mempersiapkan kapalnya untuk pergi berlayar, memeriksa jaringnya, mempersiapkan lampu petromaks serta perbekalannya. Atau saat melihat burung-burung camar berterbangan di bibir pantai untuk pulang kembali ke sarangnya.
9.523.8K viewsCompletedAdded to Library 904 Times as puisi senja di pelabuhan kecil
Read
+Library
KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

Deru ombak makin jelas terdengar, menciptakan simfoni alami yang menyatu dengan detak jantung mereka. Tangan keduanya tetap saling bertaut, langkah demi langkah menyusuri jalur penuh batu kecil. Di kiri, tebing menjulang tinggi. Sementara di kanan, laut memantulkan sinar matahari senja yang mulai redup. “Kalau aku tinggal di tempat seperti ini, mungkin aku akan jadi penulis puisi,” gumam Amelia sambil menendang kerikil kecil ke air.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as puisi senja di pelabuhan kecil
Read
+Library
Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Joris memarkir mobil, lalu membuka jendela dan menatap ke arah datangnya kapal. Matahari yang berwarna keemasan menyinari laut yang berwarna biru. Burung camar putih tampak berterbangan di bawah awan-awan putih yang membentang di langit. Dengan diiringi angin sepoi-sepoi, mereka melihat sebuah kapal kecil yang datang dari kejauhan. Joris melihatnya dan berkata, "Mereka datang!" Kemudian, Joris membuka pintu mobil dan beranjak keluar. Barbie tidak punya pilihan selain mengikutinya. Pelabuhan terlihat sangat ramai, ada pedagang dan juga pelancong yang berlalu lalang.
9.34.9M viewsCompletedAdded to Library 103.5K Times as puisi senja di pelabuhan kecil
Show Reviews (1893)
Read
+Library
Mhealie 99
cerita nya seru sayang nya dari satu bab 10 koin sekarang sudah 14 koin, bantuan penerima koin juga sedikit tolong dong jangan di tambah lagi koin untuk membaca setiap bab nya, walau di tambah tapi mendapatkan koin nya di permudah juga..
Iss
utk Paviliun Angin, bnr² tega bgt ya.bisa²nya bikin ak maraton baca selama 26hr nggak peduli hbs jutaan buat beli koin smpe mataku kyk panda bengkak ngkak ngkak.kadang smpe lupa mkan. Tolong UPDTEnya yg banyak&jgn lama². jgn bikin aku tersiksa krna penasaran cerita selanjutnya......
Read All Reviews
Pelabuhan Akhir Sang Pewaris

Pelabuhan Akhir Sang Pewaris

Sejak sore tadi, Ken sudah pergi keluar entah mau ke mana. Suara kembang api mulai terdengar bersahut-sahutan, ketika kembang api itu menyemburkan cahaya indahnya membuat semua orang yang berada dikawasan pantai itu bersorak. Lantas keluar empat deretan kata dengan tulisan “Will you merry me” terlihat di atas sana membuat Sean mendongak, cukup terkesan dengan hal ini. Kemudian sebuah tangan merangkul tangan kirinya. “Aku selalu berharap kau melakukan hal ini untukku, Sean.”
107.3K viewsOngoingAdded to Library 210 Times as puisi senja di pelabuhan kecil
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status