Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
(Bukan) Istri Pilihan

(Bukan) Istri Pilihan

Dilihat dari segi mana pun, jelas aku kalah jauh dari mantan istri suamiku. Dia wanita yang tidak hanya cantik, tapi juga cerdas dan berkelas. Pantaslah Mas Yosy masih terus memujanya. Sementara aku, apa yang kupunya untuk memenangkan cintanya? Berjuang sendiri ternyata melelahkan. Bahkan mamaku tidak pernah memberikan dukungan. Bukankah dia yang menjodohkanku dengan lelaki itu? Mama tidak pernah mau mendengarkan suara hatiku. Namun istri kedua papa, adalah orang yang sabar mendengar keluh kesahku. Meski dia hanya ibu tiri. Memberiku semangat menghadapi pernikahan yang entah bagaimana endingnya. Sebenarnya aku ini anak siapa? Bukankah aku anak kandung mama?
10162.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.9K Beses bilang puisi suara demokrasi
Ipakita ang mga Review (39)
Read
+Library
Endah Ariyani
Terima kasih kak Lis sudah buat karya sebagus ini, semangat terus updatenya yaa kak......... karya kakak emang selalu bagus semua tapi paling bagus menurut saya tetap Sabda Senja... kalau Anastasya ini belum terbaca cerita nya akan seperti apa,balik sama Yoshi atau menemukan cinta yang baru ...
sari
Aku suka banget semua novel karya mbak lis.. baru kali ini aku suka dgn novel 1 pengarang cerita.. Awalnya 1 novel menarik, kedua menarik, selanjutnya nyambung lg.. Aku suka cerita novel mbak lis banyak menceritakan perempuan2 tanggung.. Terus berkarya mbak lis..ditunggu cerita2 menariknya..🫰🏻
Basahin ang Lahat ng Review
Perasaan Setelah Jadi Abu

Perasaan Setelah Jadi Abu

Cinta pertama suamiku terkena gagal ginjal akut dan akulah satu-satunya orang yang cocok untuk menjadi donor. Demi menyelamatkan cinta pertamanya, suamiku memaksaku menggugurkan kandungan ketika kandunganku berusia enam bulan. Suamiku berkata dengan suara yang sangat lembut dan menusuk, "Bisakah kamu sedikit berbaik hati? Kamu cuma kehilangan seorang anak. Tapi, dia kehilangan hidupnya!" Aku berusaha menolak, tetapi suamiku mengancam akan bunuh diri. Aku dan anakku pun tidak selamat di meja operasi. Sementara cinta pertamanya berhasil menjalani transplantasi dan bertahan hidup. Segalanya berjalan seperti yang suamiku inginkan, tetapi setelah dia tahu bahwa aku sudah meninggal, dia pun menjadi gila.
5.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 160 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Ayo Bercerai, Kapten!

Ayo Bercerai, Kapten!

"Kamu yakin ingin mengakhirinya seperti ini?" suara berat Nathan, sang kapten pilot, terdengar tenang, tapi matanya menyimpan pergolakan. Rachel menatapnya tanpa ragu. "Aku sudah cukup lelah, Nathan. Aku ingin kebebasan, bukan sekadar menjadi istri seorang kapten yang lebih mencintai langit dibanding rumahnya sendiri." Nathan menghela napas, menatap wanita yang pernah menjadi dunianya. "Jadi ini keputusan akhirnya?" Rachel tersenyum tipis, lalu meletakkan surat cerai di meja. "Kecuali kamu punya alasan kuat untuk menahanku." Nathan menggenggam dokumen itu, jemarinya sedikit gemetar. "Dan jika aku berkata aku masih mencintaimu?" Rachel tersenyum pahit. "Cinta saja tidak cukup, Kapten. Kamu sangat tau, apa yang aku inginkan." #fb : indriani_sonaris
104.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 81 Beses bilang puisi suara demokrasi
Ipakita ang mga Review (3)
Read
+Library
Jeon Shanty
ceritanya bagus dan sedikit mendebarkan seorang kapten yg hampir di tinggal istri yg tdk pernah dia tau kegiatan nya apa di rumah, istri yg selalu di tinggal pergi karena kecintaan nya terhadap pekerjaannya sehingga membuat Rachel putus asa dan memilih untuk berpisah... lanjut Thor seru nih......
Yanti Wijaya
Ceritanya Menarik juga membawa perasaan kita larut dalam alurnya. Sakit bgt ngebayangin jadi Rachel. Moga akhirnya kalian bisa bahagia menjalani rumah tangga yg sesungguhnya bahagia bersama Nathan dan Rachel.
Basahin ang Lahat ng Review
Organ Putriku Untuk Putra Pelakor

Organ Putriku Untuk Putra Pelakor

Suamiku adalah dokter yang baik di mata semua orang. Namun, demi menemani anak dari cinta pertamanya bermain di taman dan mencoba meraih hadiah, dia malah menunda penanganan pasien kritis yang menjadi korban kecelakaan. Kemudian, dia bahkan diam-diam menukar obat pasien dan membiarkan pasien itu mati perlahan-lahan agar bisa mendapatkan donor jantung untuk putra cinta pertamanya. Namun, yang tak dia sadari adalah, gadis kecil yang wajahnya tak lagi bisa dikenali akibat kecelakaan itu ternyata adalah putrinya sendiri. Kemudian, dia mencoba menghubungi keluarga pasien dan berharap bisa mendapatkan izin untuk mendonorkan organ. Namun saat panggilan tersambung, suara dering ponselku memenuhi ruangan.
5.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 127 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Pudarnya Rasa Cinta

Pudarnya Rasa Cinta

Pacarku seorang polisi. Ketika aku diancam oleh penculik, bom tubuhku hanya tersisa sepuluh menit sebelum meledak. Penculik itu memaksaku untuk meneleponnya, tetapi aku justru mendapat makian bertubi-tubi, “Sudah cukup, Selina. Karena cemburu, kamu bahkan berani mempermainkan nyawa? Kamu tahu nggak kucing Vinie sudah tiga hari terjebak di atas pohon, Vinie sangat sayang dengan kucingnya!” “Kalau kucing itu sampai mati karenamu, kamu adalah pembunuhnya!” Dari telepon, terdengar suara perempuan yang manja, “Terima kasih kak, kamu hebat sekali.” Dan perempuan itu adalah teman masa kecil pacarku. Saat bom hampir meledak, aku mengirim pesan kepada pacarku, “Selamat tinggal, semoga kita nggak bertemu lagi di kehidupan berikutnya.”
8.5113.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.4K Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Dekapan Hangat Tiga Pria

Dekapan Hangat Tiga Pria

"Suaramu saat menyapa penumpang di kabin sangat merdu, Sasqia. Tapi saya lebih penasaran, apakah suara desahanmu akan seindah itu saat kamu berada di bawah kungkunganku malam ini?" Sasqia Adhisty, seorang pramugari cantik yang tidak pernah bisa memilih. Ia terjebak di antara tiga bersaudara. Tubuhnya terikat skandal dengan Kaelix sang CEO maskapai EBA, hatinya luluh pada Tristan sang Pilot, sementara jiwanya terpasung hutang budi pada Jevier sang Dokter. Satu wanita untuk tiga pria berkuasa. Di balik pintu tertutup, mereka adalah predator yang tak mau berbagi mangsa. "Jadi, Sasqia ... ranjang siapa yang akan kamu pilih untuk mendesah malam ini?”
1018.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 609 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Pesona Istri Bayaran 100 Miliar

Pesona Istri Bayaran 100 Miliar

“Kenapa ini? Kenapa rasanya tidak nyaman begini?” gumam Bea dengan suara semakin serak dan lemah. Nigel berjongkok tepat di depan Bea yang bergerak tak tenang. Sebelah alis Nigel terangkat, ia memperhatikan wajah Bea yang semakin memerah. Melihat gelagat tak normal dari tubuh Bea, Nigel pun langsung paham apa yang terjadi kepada wanita cantik itu. “Ternyata kau pun menggunakan cara murahan ini untuk memikat saya,” decih Nigel sinis, “jika bukan untuk membuat wanita parasit itu marah dan kesal, kau tidak akan memiliki kesempatan masuk ke kamar ini. Jadi tidak usah bermain trik murahan ini dengan saya, atau saya lempar kau ke kandang singa saat ini juga. Berdiri dan jangan bertingkah!” desis Nigel memperingati Bea. “Aah!” Nigel terkejut ketika Bea tiba-tiba menarik dasinya. Pria itu sempat terhuyung, sehingga harus menopang tubuhnya dengan tangan di lantai. Dengan posisi itu mata coklat muda milik Nigel beradu tatap begitu dekat dengan sepasang mata hijau Bea. Beberapa detik Nigel diam, seakan terhanyut oleh sinar mata hijau bak danau milik model cantik itu. “T-tolong saya, Tuan. Jangan sakiti saya, tolong antarkan saya pulang. D-dia, pria itu brengsek.” Bea berceloteh tak jelas dengan suara parau menahan lenguhan. Tubuhnya semakin tidak nyaman, bahkan ia terus menarik-narik tali gaun seksinya. “Aah, saya tidak nyaman. Ini panas sekali, tidak nyaman.” Nigel menggeram. Ia mencengkram pipi Bea dengan tangannya. “Saya sudah peringatkan, jangan bermain trik dengan saya. Kau sangat berani sekali. Orang yang lancang sepertimu ini kemarin berakhir tanpa kepala, apa kau juga ingin menyusul?” desis Nigel.
101.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 28 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Pada malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang pertama, aku tergeletak di atas karpet merah darah, hampir tak bernyawa. Suamiku, Mason, seorang bos mafia, justru merangkul teman masa kecilnya, Yani, sambil menikmati sampanye dan bercakap dengan gembira. Yani tahu aku alergi wijen. Jadi dia membuat setiap hidangan malam ini disiram saus wijen. Aku baru menggigit satu suap. Tenggorokanku langsung membengkak, paru-paruku seperti terbakar, dan ruam merah menjalar di kulitku. Di ambang sesak napas, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk meraih obat alergi di dalam sakuku. Tapi obat itu meleleh, lengket di telapak tanganku. Obatku ternyata telah ditukar menjadi kacang cokelat M&M! Melihat ekspresiku yang tak percaya, Yani tertawa. "Kejutan! Aku sengaja menyuruh Mason mengganti obatmu." "Kita semua tahu kamu cuma pura-pura alergi. Siapa sih yang cuma makan sedikit wijen saja langsung pingsan? Lebay banget." Aku terjatuh dari kursi, berbaring di lantai sambil susah payah bernapas. Di telingaku terdengar suara orang-orang lain yang sedang bertaruh berapa lama aku akan ‘berakting’ kali ini. "Mason… berikan obatku…" Aku memohon dengan suara parau. "Kumohon… aku benar-benar akan mati…" Dia menghela napas. "Drama banget. Kalian perempuan bisa nggak sih berhenti pakai kata ‘mati’ buat mengancam laki-laki? Apa aku belum cukup mencintaimu?" "Yani benar. Selama aku nggak peduli, kamu sendiri yang akan berhenti dengan akting murahan ini." Saat itu, hatiku terasa lebih sakit daripada tenggorokanku. Aku tak lagi menjelaskan apa pun. Dengan tangan gemetar, aku mengirim sinyal permintaan bantuan kepada keluargaku.
4.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 114 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Dipaksa Membesarkan Anak-anak Dari Selingkuhan Suami, Aku Memilih Pisah

Dipaksa Membesarkan Anak-anak Dari Selingkuhan Suami, Aku Memilih Pisah

Elvan membawa selingkuhan ketujuhnya yang sedang hamil kepadaku untuk melahirkan. Teman-temannya bahkan bertaruh, pada detik ke berapa aku akan mulai histeris dan kehilangan kendali. Namun sampai suara tangisan bayi terdengar dari ruang bersalin, tak ada satu pun suara amarah dariku. "Elvan, ini sudah yang ketujuh. Kak Naura nggak mungkin benar-benar marah sampai nggak peduli lagi sama kamu, 'kan?" Elvan menjawab santai, "Dia nggak bisa punya anak, sementara keluargaku sebesar ini." "Cepat atau lambat aku pasti harus punya anak dengan perempuan lain untuk mewarisi keluarga. Mending dari sekarang punya lebih banyak anak supaya dia terbiasa." Begitu kata-kata itu diucapkan, aku keluar sambil menggendong seorang bayi. Sesuai kebiasaan profesiku, aku mengumumkan dengan tenang, "Selamat, berat bayi 3,8 kilogram, ibu dan anak selamat." Elvan tersenyum sambil menerima bayi itu, lalu menyerahkan selembar surat cerai kepadaku. "Tandatangani saja. Ini cuma sandiwara buat menenangkan gadis itu. Dia ngotot aku harus cerai sama kamu dulu baru mau kasih aku anak kedua." "Kalau anak kedua lahir, kita sudah punya delapan anak. Nanti siapa lagi yang berani bilang kamu nggak pantas jadi Nyonya Santiago?" Permainan seperti ini sudah tujuh kali kumainkan bersama Elvan. Kali ini, aku menandatangani namaku tanpa ragu, lalu berbalik menerima lamaran pria lain. Mungkin Elvan sudah lupa. Bukannya aku tidak bisa punya anak, melainkan gen kami memang saling bertentangan. Kalau aku ingin punya anak, aku hanya perlu mengganti pria yang bersamaku. Atas dasar apa dia berpikir aku akan rela membesarkan anak-anak wanita lain demi gelar "Nyonya Santiago"?
696 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 13 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Ketika Kabut Tersingkap, Hatinya Mengabur

Ketika Kabut Tersingkap, Hatinya Mengabur

Ivana tidak menyangka, di hari ulang tahunnya, putranya akan memberinya kue kastanye yang membuatnya mengalami reaksi alergi yang fatal. Dalam keadaan linglung, dia mendengar teguran keras Jordi. "Marco, apa kamu nggak tahu ibumu alergi kastanye?" Suara Marco terdengar begitu jelas. "Aku tahu, tapi aku ingin Tante Greta jadi ibuku." "Ayah jelas-jelas juga berpikir seperti itu, 'kan?" "Meski aku…" Rasa sesak seketika menyergap dada Ivana. Dia sudah tidak mendengar jelas jawaban Jordi lagi. Satu detik sebelum dia kehilangan kesadaran sepenuhnya... Ivana hanya punya satu pemikiran. Jika dia masih bisa bangun, dia tidak ingin menjadi istri Jordi atau ibunya Marco lagi.
15.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 464 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
PREV
1
...
1819202122
...
50
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status